Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Sunan Ampel, Pangeran dari Cempa yang Ditugasi Raja Majapahit Perbaiki Akhlak Pejabat

Alvin Agung Sanjaya , Jurnalis-Rabu, 02 Maret 2022 |07:04 WIB
Kisah Sunan Ampel, Pangeran dari Cempa yang Ditugasi Raja Majapahit Perbaiki Akhlak Pejabat
Sunan Ampel. (Foto: Istimewa/Wikipedia)
A
A
A

SAYYID Ali Rahmatullah adalah nama asli dari Sunan Ampel, dalam Babad Jawa ia lebih dikenal dengan nama Raden Rahmat.

Saat itu Sayyid Ali Rahmatullah menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri Tumenggung Arya Teja, Bupati Tuban. Sejak saat itu, gelar pangeran dan raden disematkan kepadanya. Raden Rahmat, demikian beliau kemudian dikenal.

Pada tahun 1401 Masehi Raden Rahmat lahir di Cempa (Thailand). Ayahnya adalah Ibrahim AL-Ghazi seorang ulama besar dari Samarqandi di Rusia Selatan yang menikah dengan Dewi Chandrawulan putri dari Kerajaan Cempa saat itu.

Di tahun-tahun Raden Rahmat beranjak remaja, ia memang telah lama hendak mengikuti jejak ayahnya dan kakeknya Syeikh Jamalluddin Jumadil Kubra dalam menjalankan syiar dakwah agama Islam.

 Baca juga: Kisah Sunan Ampel Menghidupkan Lagi Mbah Sholeh Sampai 9 Kali

Kedua orang itu, ayah dan kakeknya, benar-benar merupakan tauladan yang baik bagi Raden Rahmat. Sebab, keduanya telah berani mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya serta segala yang ia miliki demi terwujudnya syiar agama Islam.

Cita-cita menyiarkan agama Islam itu terwujud saat Raden Rahmat mendapatkan undangan kehormatan Prabu Brawijaya V untuk mengatasi kebobrokan akhlak-moral bagi para nayaka praja dan putra-putri kaum bangsawan Majapahit.

Radeh Rahmat tidak berpikir dua kali untuk berangkat, karena melihat pengalaman ayah dan kakeknya yang terbilang berhasil menyiarkan agama Islam di tanah Jawa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement