Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Benny Moerdani Kembali Bisa Jalan Usai Stroke: Aku Mau Pamer!

Alyssa Nazira , Jurnalis-Sabtu, 02 April 2022 |07:03 WIB
Kisah Benny Moerdani Kembali Bisa Jalan Usai Stroke: Aku Mau Pamer!
Benny Moerdani (Foto: Medsos)
A
A
A

JENDERAL Leonardus Benjamin Moerdani atau yang akrab disapa dengan Benny merupakan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang di saat bersamaan juga menjabat sebagai ketua Fraksi ABRI. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan, serta Pangkopkamtib. Sebagai seorang Jenderal, Benny terkenal karakternya yang kuat dan gila kerja.

Pada tahun 2002, Benny mengalami stroke karena jatuh terpeleset di lantai bawah tanah sebuah hotel. Karena hal tersebut, Benny harus menjalani serangkaian terapi demi kesembuhannya.

Suatu pagi di kantor mantan sekretaris Benny di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Clara Joewono kedatangan kawan lama, yaitu Benny Moerdani. Saat itu, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia tersebut sudah berusia 71 tahun.

Baca Juga: 4 Fakta Aksi Pasukan Bertopeng Misterius Tumpas Begal Sadis di Rezim Soeharto

Benny datang ke kantor Centre for Strategic and International Studies (CSIS) karena berniat ingin "pamer" kepada Clara, yang saat itu telah menjabat sebagai Wakil Direktur CSIS. Rupanya, setelah menjalani serangkaian terapi pasca-serangan stroke, Benny kembali bisa berjalan.

Namun, tubuh Jenderal yang dulu tegap itu mulai terlihat ringkih. Dengan bertumpu pada tongkat yang ia bawa, ia berjalan tertatih.

"Aku arep pamer mbek kowe. Saiki aku wis iso mlaku. (Aku mau pamer kepada kamu. Sekarang aku sudah bisa jalan)," kata Benny dalam bahasa Jawa.

Baca Juga: Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang Jarang Pulang tapi Selalu Makan Bekal Rantang dari Istri

Menteri Pertahanan dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan V, di masa Presiden Soeharto itu lalu pelan-pelan mengayunkan kakinya dalam langkah lebar. Namun melihat hal tersebut, sempat membuat hati Clara tercekat.

Keduanya sempat mengobrol banyak hal, bernostalgia ke masa lalu; pada 1970-an, Clara-lah yang membantu Benny menjalin korespondensi dengan para pejabat ASEAN. Saat itu, mereka mengobrol cukup lama, hingga tiba waktunya Benny untuk pamit pulang.

Di beranda kantor CSIS, Benny tiba-tiba menyetop langkahnya. Ia termangu memandang tangga turun di hadapannya, seolah-olah mengukur kemampuan melewatinya. Padahal, kata Clara, tangga itu cuma punya satu undakan pendek. 

Clara mengaku sempat takut menggandeng Benny. Ia tak mau harga diri Benny sebagai jenderal runtuh karena dianggap tak becus berjalan. Akhirnya ia menggamit Benny, dan tak ditepis.

"Saat mobil Pak Benny pergi, saya langsung menangis. Orang sehebat beliau jadi enggak berdaya setelah sakit. Bahkan turun tangga aja dia enggak bisa," ucap Clara, akhir September 2014.

Sumber: Buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap 


Sumber: Buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap 

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement