Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Herry Wirawan Tak Hanya Dihukum Mati, Juga Wajib Bayar Restitusi Rp300 Juta ke Para Korban

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Senin, 04 April 2022 |15:05 WIB
Herry Wirawan Tak Hanya Dihukum Mati, Juga Wajib Bayar Restitusi Rp300 Juta ke Para Korban
Herry Wirawan, oknum guru pesantren perkosa belasan santriwati. (Foto: Agung Bakti)
A
A
A

BANDUNG - Pemerkosa belasan santriwati, Herry Wirawan diwajibkan membayar uang ganti rugi atau restitusi kepada seluruh korbannya. Hal itu menjadi keputusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung yang telah mengabulkan banding yang diajukan olek jaksa. Diketahui, hakim PT Bandung juga telah menjatuhkan vonis mati terhadap predator seks itu.

Putusan tersebut ditetapkan Majelis Hakim PT Bandung yang diketuai oleh Herri Swantoro dalam sidang yang digelar hari ini."Membebankan restitusi kepada terdakwa Herry Wirawan," tegas hakim PT Bandung dalam dokumen putusan yang diterima, Senin (4/4/2022).

Adapun biaya restitusi sendiri nilai totalnya mencapai Rp300 juta lebih. Ke-13 orang korban akan mendapatkan restitusi dengan nominal yang beragam.

Diketahui, dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, majelis hakim memutuskan pembayaran restitusi dibebankan kepada negara. Namun, Majelis Hakim PT Bandung tak sepakat bila pembebanan restitusi menjadi beban negara.

"Menimbang, bahwa majelis hakim tingkat pertama telah menjatuhkan putusan untuk membebankan restitusi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Bahwa hal ini bertentangan dengan hukum positif yang berlaku," jelas hakim.

 Baca juga: Breaking News! Herry Wirawan Akhirnya Divonis Hukuman Mati

Dalam dokumen putusan tersebut juga dijelaskan bahwa ada empat elemen utama dari restitusi, di antaranya ganti kerugian diberikan kepada korban atau keluarga, ganti kerugian materiil dan atau imateril yang diderita korban atau ahli warisnya dibebankan kepada pelaku atau pihak ketiga dan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

"Bahwa di samping hal tersebut di atas, pembebanan pembayaran restitusi kepada negara akan menjadi preseden buruk dalam penanggulangan kejahatan kekerasan seksual terhadap anak-anak karena pelaku kejahatan akan merasa nyaman tidak dibebani ganti kerugian berupa restitusi kepada korban dan hal ini berpotensi menghilangkan efek jera dari pelaku," papar hakim.

Diketahui, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Asep N Mulyana menyatakan bahwa perbuatan Herry sebagai terdakwa sebagai kejahatan sangat serius atau the most serius crime yang didasari sejumlah pertimbangan.

Selain hukuman mati, Asep juga meminta hakim menjatuhkan hukuman pidana tambahan berupa pengumuman identitas dan hukuman tindakan kebiri kimia. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta hakim menjatuhkan hukuman pidana Rp500 juta subsider satu tahun kurungan dan mewajibkan terdakwa membayar restitusi kepada korban total Rp331.527 juta.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement