Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banyak Negara Kurangi Tes Massal, WHO: Dunia 'Buta' Terhadap Transmisi Covid-19

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 27 April 2022 |11:57 WIB
Banyak Negara Kurangi Tes Massal, WHO: Dunia 'Buta' Terhadap Transmisi Covid-19
WHO peringatkan dunia tidak perhatikan transmisi Covid-19 (Foto: Reuters)
A
A
A

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (26/4) mendesak negara-negara untuk mempertahankan pengawasan terhadap infeksi virus corona, dengan mengatakan dunia "buta" terhadap bagaimana virus itu menyebar karena penurunan tingkat pengujian.

“Karena banyak negara mengurangi pengujian, WHO semakin sedikit menerima informasi tentang penularan dan urutannya,” kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers di markas besar badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.

"Ini membuat kita semakin buta terhadap pola penularan dan evolusi,” terangnya.

Baca juga: WHO Teliti 2 Subvarian Baru Covid-19 Omicron, Telah Ditemukan di 5 Negara

Bill Rodriguez, kepala eksekutif FIND, sebuah kelompok bantuan global yang bekerja dengan WHO untuk memperluas akses ke pengujian, mengatakan "tingkat pengujian telah anjlok 70 hingga 90 persen."

Baca juga: WHO Pantau Varian Baru, BA.4 dan BA.5!

“Kami memiliki kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengetahui apa yang terjadi. Namun hari ini, karena pengujian telah menjadi korban pertama dari keputusan global untuk menurunkan kewaspadaan kami, kami menjadi buta terhadap apa yang terjadi dengan virus ini,” lanjutnya.

Sementara itu, kasus Covid-19 diketahui kembali mewabah di Ibu kota China, Beijng. Pemerintah pun melakukan  tes massal jutaan orang, setelah Shanghai mengumumkan naiknya kasus kematian.

Kawasan Chaoyang, daerah terpadat di Beijing melaporkan 26 kasus pada akhir pekan, jumlah tertinggi sejauh ini di ibu kota China itu.

Antrean panjang di supermarket dan toko-toko terlihat walaupun pemerintah menjamin persediaan makanan cukup.

Kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Beijing dapat menghadapi situasi yang sama seperti di Shanghai, kota dengan 25 juta penduduk, dengan karantina wilayah selama berminggu-minggu.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement