Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Husain Jamalludin Akbar Ulama dari Rusia yang Sebarkan Islam di Kerajaan Majapahit

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 06 Mei 2022 |12:00 WIB
Mengenal Husain Jamalludin Akbar Ulama dari Rusia yang Sebarkan Islam di Kerajaan Majapahit
Makam Syeh Jamalludin Kubra (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Husain Jamalludin Akbar atau Syekh Jamalludin Jumadil Kubra merupakan seorang ulama yang dikenal dari Rusia yang menyebarkan agama Islam di masa kerajaan yang ada di Nusantara.

Dalam beberapa referensi menyebutkan Syekh Jamalludin dilahirkan dan tumbuh besar di Bukhara, Rusia Selatan. Kitab-kitab sejarah dan babad Jawa menyatakan Syekh Jamalludin disebut sebagai leluhur Wali Songo.

Dalam Babad Cirebon disebutkan Syekh Jamalludin leluhur Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga. Namun jauh sebelum lahirnya Wali Songo, Syekh Jamalludin pernah berdakwah di daerah Trowulan, ibu kota Kerajaan Majapahit, pada masa kekuasaan Bhre Kertabhumi (Brawijaya V).

Dinukil dari buku 'Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit', Jumat (5/5/202), melalui kedatangan dan dakwah dari Syekh Jamalludin dapat menambah kedamaian serta ketenteraman rakyat di ibu kota Majapahit dan sekitarnya.

Baca juga: Mengenal Ulama Rusia Syeikh Jamalludin yang Gigih Syiarkan Islam di Nusantara

Banyak rakyat Trowulan tertarik serta terkesima dengan kharisma Syekh Jamalludin. Kebanyakan dari mereka pun berbondong-bondong menjadi mualaf dan memilih Islam sebagai agama barunya.

Prabu Brawijaya V sebagai penguasa Majapahit pun terkesan. Meski tetap berpegang dengan agama lamanya, ia sangat menghormati terhadap jasa Syekh Jamalludin, terutama dalam perbaikan akhlak-moral rakyatnya. Rakyat Majapahit banyak yang menjadi murid atau santri Syekh Jamalluddin.

Baca juga: Perkembangan Islam di Rusia: Muslim Terus Bertambah hingga Adanya Kerajaan Islam Tertua

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement