Share

Perang Lawan Covid-19, Ini 6 Kebijakan Keras Kim Jong-un

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 20 Mei 2022 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 18 2597533 perang-lawan-covid-19-ini-6-kebijakan-keras-kim-jong-un-fzTsIxI5Dq.jpeg Korea Utara berperang melawan virus Covid-19 (Foto: AFP-JIJI)

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) terus bergulat dengan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Dikutip The Korea Times, Korut mencatat jumlah total kasus tersebut melebih 2 juta, delapan hari setelah pertama kaliNYA mengonfirmasi wabah virus.

Virus ini semakin mudah menyebar karena kebanyakan masyarakat disana tidak divaksinasi dan tidak memiliki akses ke obat anti-virus yang efektif. Berikut 6 kebijakan keras Korut yang bergulat melawan virus Covid-19:

1. Tutup perbatasan

Pada awal 2020, negara itu menutup perbatasannya untuk mencoba melindungi diri dari pandemi. Negara itu juga telah menolak dukungan medis dari luar.

Sejak pandemi virus corona mewabah di dunia pada Februari 2020, Korut belum melaporkan adanya kasus Covid-19 kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga tidak diketahui penanganan pandemi di negara itu.

Baca juga: Lawan Covid-19 dengan Obat Tradisional, Korut Rekomendasikan Air Garam hingga Minum Teh Panas

Menurut laporan kantor berita negara KCNA, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan bahwa kegagalan untuk menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi virus corona telah menyebabkan "krisis besar". Kim pun tak segan menghukum pejabat partai yang berkuasa karena mempertaruhkan keselamatan negara dan rakyat.

Baca juga: Lacak Covid-19, Korut Mobilisasi Tentara Distribusikan Obat-obatan dan Kerahkan 10.000 Nakes

2. Pengobatan tradisional

Media pemerintah telah merekomendasikan pengobatan tradisional untuk mengatasi apa yang disebut sebagai "demam". Bagi mereka yang tidak sakit parah, surat kabar partai penguasa Rodong Simnun merekomendasikan pengobatan termasuk teh jahe atau honeysuckle dan minuman daun willow.

Pemerintah juga merekomendasikan air garam. Media pemerintah baru-baru ini mewawancarai pasangan yang merekomendasikan berkumur dengan air garam pagi dan malam. Kantor berita negara mengatakan ribuan ton garam telah dikirim ke Pyongyang untuk membuat "solusi antiseptik".

3. Pakai antibiotik

Televisi pemerintah telah menyarankan pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen serta amoksisilin dan antibiotik lainnya.

Ibuprofen (dan parasetamol) dapat menurunkan suhu dan meredakan gejala seperti sakit kepala atau sakit tenggorokan. Tetapi mereka tidak akan membersihkan virus atau mencegahnya berkembang. Antibiotik, dimaksudkan untuk infeksi bakteri bukan virus, juga tidak dianjurkan. Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak perlu berisiko mengembangkan serangam yang resisten.

4. Sistem kesehatan gratis

Sistem kesehatan Korea Utara telah dibentuk untuk menawarkan perawatan medis gratis dari layanan dasar di tingkat desa hingga perawatan khusus di rumah sakit pemerintah, biasanya di pusat kota.

Tetapi ekonomi telah mengalami kontraksi dalam beberapa tahun terakhir karena sanksi dan cuaca ekstrem seperti kekeringan. Menutup perbatasan negara dan tindakan penguncian yang ketat juga akan berdampak buruk.

Sistem kesehatan dilaporkan lemah di luar Pyongyang. Sistem kesehatan juga diperkirakan mengalami kekurangan personel, obat-obatan dan peralatan.

5. Tolak vaksin dari luar

Negara tersebut belum memulai vaksinasi massal dan memiliki kemampuan pengujian yang terbatas, meningkatkan kekhawatiran bahwa mungkin sulit untuk menilai seberapa luas dan cepat penyakit ini menyebar dan memverifikasi jumlah kasus dan kematian yang dikonfirmasi.

Korea Utara menolak tiga juta dosis buatan China, tahun lalu - dan dilaporkan menolak tawaran lain - di bawah Covax, skema pembagian vaksin global.

Korea Selatan mengatakan tidak memiliki jawaban atas tawaran vaksin, pasokan medis, dan personelnya. Namun Korea Utara dilaporkan baru-baru ini mengirim tiga pesawat untuk mengumpulkan pasokan medis dari Shenyang. Kementerian luar negeri China mengatakan ini belum termasuk "pasokan anti-pandemi" dan mereka siap bekerja dengan Korea Utara dalam perang melawan virus corona.

6. Mobilisasi tentara distribusikan obat-obatan dan kerahkan 10.000 nakes

Korut telah memobilisasi militernya untuk mendistribusikan obat-obatan Covid-19 dan mengerahkan lebih dari 10.000 petugas kesehatan untuk membantu melacak calon pasien saat negara itu memerangi gelombang virus corona.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini