Share

Penembakan Massal di SD Texas, Obama: Negara Kita 'Dilumpuhkan' Lobi Senjata, Bukan Ketakutan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 26 Mei 2022 04:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 18 2600162 penembakan-massal-di-sd-texas-obama-negara-kita-dilumpuhkan-lobi-senjata-bukan-ketakutan-kEThUBeacs.jpg Mantan Presiden AS Barack Obama (Foto: Bloomberg)

WASHINGTON Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama bereaksi keras terhadap insiden penembakan massal 21 orang di Sekolah Dasar (SD) di Texas.

“Di seluruh negeri, orang tua menidurkan anak-anak mereka, membacakan cerita, menyanyikan lagu pengantar tidur - dan di benak mereka, mereka khawatir tentang apa yang mungkin terjadi besok setelah mereka mengantar anak-anak mereka ke sekolah, atau membawa mereka ke toko kelontong atau tempat umum lainnya,” katanya.

"Kami juga marah untuk mereka,” ujarnya.

"Hampir sepuluh tahun setelah Sandy Hook - dan sepuluh hari setelah Buffalo - negara kita dilumpuhkan, bukan oleh ketakutan, tetapi oleh lobi senjata dan partai politik yang tidak menunjukkan kesediaan untuk bertindak dengan cara apa pun yang dapat membantu mencegah tragedi ini,” lanjutnya.

Baca juga: Teman Pelaku Penembakan Massal 21 Orang di SD Texas Mengaku Dikirimi Foto Senjata Api dan Tas Penuh Amunisi

"Sudah lama lewat waktu untuk bertindak, segala jenis tindakan," ujarnya.

Dia dan istrinya Michelle mengatakan sangat "berduka" untuk keluarga yang telah ditinggalkan.

Baca juga: 14 Anak dan Seorang Guru Tewas dalam Penembakan Sekolah di Texas

Pada 2015, ketika dia bersiap untuk meninggalkan jabatannya, presiden dari Partai Demokrat mengatakan kepada BBC News bahwa kegagalan pemerintahannya untuk memberlakukan reformasi senjata baru adalah frustrasi terbesar dari kepresidenannya.

“Bagi kami tidak dapat menyelesaikan masalah itu adalah sesuatu yang menyedihkan," katanya kepada wartawan BBC Jon Sopel.

 Tak hanya Obama, mantan kandidat Presiden Hillary Clinton juga bereaksi terhadap penembakan itu.

"Kita menjadi bangsa yang menjerit-jerit,” cuitnya.

Dia pun menyerukan kontrol senjata. "Kami hanya membutuhkan legislator yang bersedia menghentikan momok kekerasan senjata di Amerika yang membunuh anak-anak kami,” lanjutnya.

Diketahui, jumlah korban penembakan brutal di sebuah sekolah dasar (SD) di South Texas, Amerika Serikat bertambah menjadi 18 anak dan tiga dewasa. Sehingga total menjadi 21 orang yang tewas. Tersangka penembak, yang merupakan seorang remaja putra, juga tewas dalam kejadian itu.

Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan tersangka pelaku diketahui bernama Salvador Ramos yang berusia 18 tahun.

Abbott sebelumnya saat konferensi pers beberapa jam pascapenembakan menyebutkan ada 14 anak dan satu guru yang tewas dalam penembakan massal itu.

 Baca Selengkapnya: Penembakan Massal 21 Orang di SD Texas, Obama: Negara Kita Lumpuh

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini