Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serba-serbi Pernikahan Adik Jokowi: Jurnalis Dibatasi, Tukang Foto Keliling Bebas Bergerak

Bramantyo , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2022 |18:47 WIB
Serba-serbi Pernikahan Adik Jokowi: Jurnalis Dibatasi, Tukang Foto Keliling Bebas Bergerak
Jarak jurnalis dan lokasi acara pernikahan adik Jokowi/ Foto: Okezone
A
A
A

SOLO - Hiruk pikuk pernikahan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan Idayati, adik kandung Presiden Jokowi baru saja selesai. Secara perlahan kondisi lalu lintas di depan Gedung Graha Saba Buana tempat di mana Anwar Usman dan Idayati mengikat janji suci kembali normal.

Normalnya kondisi lalu lintas di kawasan itu, seiring dengan dibukannya kembali ruas jalan yang diblokade saat acara berlangsung. Blokade ini untuk memberikan akses para tamu-tamu penting yang hadir di pernikahan adik kandung orang nomor satu di republik ini.

Namun, tak hanya masyarakat umum yang mengalami dampak dari blokade tersebut. Kondisi serupa itupun dialami para wartawan baik Nasional dan Lokal yang meliput momen tersebut.

Pantauan iNewskaranganyar.id, di balik gegap gempitanya pernikahan tersebut, gerak para wartawan dibatasi sebuah pembatas.

Mereka diijinkan mengambil gambar hanya di bagian barat atau tepatnya didepan gedung di mana resepsi itu digelar.

Untuk bergerak pun sulit. Meskipun sudah memakai id card liputan, gerak para wartawan tak begitu bebas. Mereka dilarang menyeberang jalan untuk mendekat pintu masuk tempat resepsi.

Bila nekat, sudah barang tentu aparat keamanan yang berjaga, meminta para wartawan untuk beranjak ke tempat yang sudah disediakan.

Praktis, para pencari berita ini hanya bisa memantau para tamu-tamu undangan yang datang, di antaranya Ali Mochtar Ngabalin, Hidayat Nur Wahid, sambil memanggil nama para petinggi agar mereka menengok hanya untuk melambaikan tangan.

Kondisi berbeda justru tidak dialami para juru foto keliling. Tanpa id card, mereka bisa leluasa bergerak di antara aparat keamanan yang bertugas di depan pintu masuk atau keluar gedung Graha Saba Buana.

Para juru foto keliling ini begitu leluasa mengambil foto semua tamu undangan yang hadir. Tanpa takut untuk diusir.

Bahkan, seusai acara akad nikah hingga resepsi, para juru foto itu juga bebas mencegat dan menawarkan hasil jepretannya kepada tiap tamu.

Sebaliknya, wartawan yang nekat menyeberang jalan demi mewawancarai para pejabat tinggi negara justru dilarang.

Karena tuntutan kantor untuk bisa mewawancarai tokoh yang hadir, MNC Portal, INews TV serta dua wartawan dari media lain, nekat menyeberang jalan agar bisa mendekati sejumlah petinggi negara.

Beberapa pejabat yang bisa didekati seperti Hary Tanoesoedibjo, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Belum sempat untuk wawancara, seorang petugas keamanan berpakaian preman segera menghampiri wartawan dan meminta untuk segera pergi.

Namun karena belum dapat satupun juga, para pencari berita, sepakat untuk minggir kesamping pintu keluar.

Begitu melihat Hidayat Nur Wahid dan CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo keluar, para pencari berita inipun langsung menghampiri dan mewawancarai.

"Aneh, kita dari media resmi pakai id card resmi tapi dilarang. Beda dengan mereka (tukang foto keliling) yang bebas bergerak," papar salah satu wartawan pada MNC Portal.

Bahkan saat MNC Portal berterima kasih pada salah satu petugas berpakaian preman yang sedari tadi berusaha meminta para jurnalis menjauh dari lokasi menjawab dengan nada yang tinggi.

"Kalian yang enak, kami yang di marahi habis-habisan," jawabnya besengut.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement