Share

Simulasi Invasi Taiwan Tunjukkan China Akan Tenggelamkan Sebagian Besar Armada Kapal AS

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 18 2644927 simulasi-invasi-taiwan-tunjukkan-china-akan-tenggelamkan-sebagian-besar-armada-kapal-as-M5W9s7nIrR.jpg Layar raksasa menampilkan gambar kapal perang Tentara Pembebasan Rakyat pada tayangan berita, Beijing, China, 2 Agustus 2022. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Simulasi yang digelar oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan pakar pertahanan Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa Taiwan dapat menghalau jika terjadi invasi dari China. Namun, simulasi itu juga menunjukkan China akan menenggelamkan sebagian besar armada permukaan AS dan Jepang, demikian dilaporkan Bloomberg.

“Hasilnya menunjukkan bahwa di sebagian besar, meskipun tidak semua, skenario, Taiwan dapat mengusir invasi,” kata Penasihat Senior CSIS Mark Cancian, seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Para ahli melakukan 22 putaran simulasi dan pada 18 di antaranya, rudal China mampu menenggelamkan sebagian besar kapal permukaan AS dan Jepang dan menghancurkan ratusan pesawat, menurut Cancian sebagaimana dilansir Sputnik.

Dia menambahkan bahwa selama simulasi terakhir, AS "kehilangan" 900 pesawat tempur dan penyerang dalam konflik selama empat minggu, sekira setengah dari alutsista peralatan angkatan laut dan angkatan udaranya. China juga akan "menghancurkan" angkatan laut dan setengah dari angkatan udara Taiwan pada hari-hari awal invasi yang disimulasikan itu.

Simulasi tersebut juga mencakup kemungkinan Tokyo memberikan Washington hak yang diperluas untuk menggunakan pangkalan AS di wilayahnya, tetapi pada saat yang sama mengecualikan penggunaan senjata nuklir. Para ahli mencatat bahwa simulasi yang dilakukan sejauh ini bahkan bukan hipotesis yang paling kompleks.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

"Kami belum menjalankan skenario yang paling pesimis, di mana China mungkin menaklukkan seluruh pulau," kata Cancian.

Simulasi ini akan berlangsung hingga September dan hasilnya akan diumumkan pada Desember.

Situasi di sekitar Taiwan meningkat setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi baru-baru ini ke Taipei. China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang kontak asing resmi langsung dengan pulau itu.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa China tidak akan meninggalkan ruang bagi pasukan kemerdekaan pro-Taiwan karena reunifikasi Taiwan dengan China secara historis tak terelakkan dan semua upaya untuk menggunakan Taiwan untuk menahan China pasti akan gagal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini