Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sidang Tahunan MPR, Ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 16 Agustus 2022 |11:55 WIB
Sidang Tahunan MPR, Ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi
Presiden Jokowi saat memberikan pidato di Sidang Tahunanan MPR/ Foto: MNC Portal
A
A
A

Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang

berada di sekitar 7%. Jauh di bawah inflasi negaranegara maju yang berada di sekitar 9%.

Bahkan,sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN

juga surplus Rp106 triliun. Oleh karena itu, Pemerintah

mampu memberikan subsidi BBM, LPG, dan Listrik,

sebesar Rp502 triliun di tahun 2022 ini, agar harga BBM

di masyarakat tidak melambung tinggi.

Selain itu, ekonomi berhasil tumbuh positif di

5,44% pada kuartal II tahun 2022. Neraca perdagangan

juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di

semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp364

triliun.


Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental

ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah

perekonomian dunia yang sedang bergolak. Di satu sisi,

kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hatihati.

Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa

harus kita lanjutkan untuk meraih Indonesia Maju.

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang

melanda seluruh dunia, bangsa Indonesia telah

menunjukkan diri sebagai bangsa yang tangguh.

Masyarakat dusun dan kampung saling melindungi dan

saling berbagi. Ulama, tokoh agama, dan tokoh adat,

aktif mendampingi masyarakat. Organisasi sosial

keagamaan bergerak cepat membantu masyarakat.


Tenagakesehatan,TNI,Polri, dan jajaranbirokrasisaling

bersinergi. Lembaga-lembaga negara juga mendukung

Pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ini.

Kalau kita mampu mengelola pandemi dengan

baik, berarti kita juga pasti mampu mengelola agendaagenda besar lainnya dengan baik. Inilah kekuatan

pertama kita untuk membangun Indonesia.

Kekuatan kedua Indonesia adalah sumber daya

alam yang melimpah. Wilayah yang luas dengan

keanekaragaman hayati terkaya di dunia pasti menjadi

kekuatan besar Indonesia, jika kita kelola secara bijak

dan berkelanjutan.

Syaratnya satu, harus dihilirkan dan diindustrikan

di dalam negeri, agar nilai tambahnya bisa maksimal

untuk kepentingan nasional. Hal ini akan membuka

lapangan kerja, meningkatkan ekspor, menghasilkan

devisa, meningkatkan pendapatan negara, serta

mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kekuatan ketiga kita adalah bonus demografi.

Jumlah penduduk yang sangat besar, dan didominasi

oleh anak-anak muda usia produktif, serta daya beli

masyarakat yang terus meningkat, akan menjadi motor

penggerak perekonomian nasional dalam menghadapi

kompetisi global.

 

Kekuatan keempat adalah kepercayaan

internasional yang meningkat tajam. Indonesia diterima

oleh Rusia dan Ukraina sebagai jembatan perdamaian.

Diterima negara-negara besar, walau geopolitiksedang

panas. Indonesia juga dipercaya PBB sebagai

Champions dari Global Crisis Response Group untuk

penanganan krisis global. Tahun 2022 ini, kita menjadi

Presiden G20, organisasi 20 negara ekonomi terbesar di

dunia. Tahun depan, menjadi Ketua ASEAN. Artinya,

kita berada di puncak kepemimpinan global dan

memperoleh kesempatan besar untuk membangun kerja

sama internasional.


Kepercayaan besar dari masyarakat internasional

juga bisa dirasakan di dalam negeri. Reformasi

struktural untuk daya saing dan iklim berusaha terus kita

lakukan. Ekosistem investasi dan pertumbuhan UMKM

terus kita perbaiki. Hilirisasi dan manufaktur di dalam

negeri terus tumbuh pesat. Pertumbuhan investasi juga

meningkat tajam, di mana 52% di antaranya, berada di

Luar Jawa. Artinya, ekonomi kita bukan hanya tumbuh

pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan

yang Indonesia Sentris.


Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,

Dengan kekuatan dan peluang besar tersebut,

kita mempunyai kesempatan besar untuk membangun

Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Pertama, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya

alam harus terus dilakukan. Hilirisasi nikel, misalnya,

telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat. Tahun

2014, hanya sekitar Rp16 triliun, tapi di tahun 2021

meningkat menjadi Rp306 triliun.


      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement