Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang
berada di sekitar 7%. Jauh di bawah inflasi negaranegara maju yang berada di sekitar 9%.
Bahkan,sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN
juga surplus Rp106 triliun. Oleh karena itu, Pemerintah
mampu memberikan subsidi BBM, LPG, dan Listrik,
sebesar Rp502 triliun di tahun 2022 ini, agar harga BBM
di masyarakat tidak melambung tinggi.
Selain itu, ekonomi berhasil tumbuh positif di
5,44% pada kuartal II tahun 2022. Neraca perdagangan
juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di
semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp364
triliun.
Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental
ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah
perekonomian dunia yang sedang bergolak. Di satu sisi,
kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hatihati.
Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa
harus kita lanjutkan untuk meraih Indonesia Maju.
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang
melanda seluruh dunia, bangsa Indonesia telah
menunjukkan diri sebagai bangsa yang tangguh.
Masyarakat dusun dan kampung saling melindungi dan
saling berbagi. Ulama, tokoh agama, dan tokoh adat,
aktif mendampingi masyarakat. Organisasi sosial
keagamaan bergerak cepat membantu masyarakat.
Tenagakesehatan,TNI,Polri, dan jajaranbirokrasisaling
bersinergi. Lembaga-lembaga negara juga mendukung
Pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ini.
Kalau kita mampu mengelola pandemi dengan
baik, berarti kita juga pasti mampu mengelola agendaagenda besar lainnya dengan baik. Inilah kekuatan
pertama kita untuk membangun Indonesia.
Kekuatan kedua Indonesia adalah sumber daya
alam yang melimpah. Wilayah yang luas dengan
keanekaragaman hayati terkaya di dunia pasti menjadi
kekuatan besar Indonesia, jika kita kelola secara bijak
dan berkelanjutan.
Syaratnya satu, harus dihilirkan dan diindustrikan
di dalam negeri, agar nilai tambahnya bisa maksimal
untuk kepentingan nasional. Hal ini akan membuka
lapangan kerja, meningkatkan ekspor, menghasilkan
devisa, meningkatkan pendapatan negara, serta
mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Kekuatan ketiga kita adalah bonus demografi.
Jumlah penduduk yang sangat besar, dan didominasi
oleh anak-anak muda usia produktif, serta daya beli
masyarakat yang terus meningkat, akan menjadi motor
penggerak perekonomian nasional dalam menghadapi
kompetisi global.
Kekuatan keempat adalah kepercayaan
internasional yang meningkat tajam. Indonesia diterima
oleh Rusia dan Ukraina sebagai jembatan perdamaian.
Diterima negara-negara besar, walau geopolitiksedang
panas. Indonesia juga dipercaya PBB sebagai
Champions dari Global Crisis Response Group untuk
penanganan krisis global. Tahun 2022 ini, kita menjadi
Presiden G20, organisasi 20 negara ekonomi terbesar di
dunia. Tahun depan, menjadi Ketua ASEAN. Artinya,
kita berada di puncak kepemimpinan global dan
memperoleh kesempatan besar untuk membangun kerja
sama internasional.
Kepercayaan besar dari masyarakat internasional
juga bisa dirasakan di dalam negeri. Reformasi
struktural untuk daya saing dan iklim berusaha terus kita
lakukan. Ekosistem investasi dan pertumbuhan UMKM
terus kita perbaiki. Hilirisasi dan manufaktur di dalam
negeri terus tumbuh pesat. Pertumbuhan investasi juga
meningkat tajam, di mana 52% di antaranya, berada di
Luar Jawa. Artinya, ekonomi kita bukan hanya tumbuh
pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan
yang Indonesia Sentris.
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Dengan kekuatan dan peluang besar tersebut,
kita mempunyai kesempatan besar untuk membangun
Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Pertama, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya
alam harus terus dilakukan. Hilirisasi nikel, misalnya,
telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat. Tahun
2014, hanya sekitar Rp16 triliun, tapi di tahun 2021
meningkat menjadi Rp306 triliun.