Share

Penulis yang Menceritakan Pembunuhan Sadis yang Dilakukannya Lewat Sebuah Novel

Tim Okezone, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 18 2680716 penulis-yang-menceritakan-pembunuhan-sadis-yang-dilakukannya-lewat-sebuah-novel-GQssGuHjJB.JPG Ilustrasi/ Foto: BBC

JAKARTA - Seorang penulis asal Cina dijatuhi hukuman atas empat pembunuhan yang dilakukannya. Dia mengklaim bahwa karya-karyanya terinspirasi oleh apa yang dia lakukan. Kini Hephzibah Anderson melihat kembali kasus-kasus pembunuhan kejam yang pernah muncul dalam berbagai novel.

Seperti dilansir dari BBC, Selasa (4/10/2022), penulis Cina Liu Yongbiao dijatuhi hukuman pada 2018 karena telah menganiaya empat orang hingga tewas di sebuah penginapan pada 1995, pembacanya mungkin tidak terlalu terkejut.

 BACA JUGA:Mahfud MD: Akhir Tahun Ini, RKUHP Akan Diundangkan!

Pada kata pengantar untuk novelnya pada 2010, yang berjudul The Guilty Secret, Liu mengatakan bahwa dia sudah mengerjakan novel lanjutannya, tentang seorang penulis perempuan yang melakukan serangkaian pembunuhan kejam dan bisa lepas dari polisi.

Pada akhirnya, Liu tak pernah menulis buku itu meski dia sudah menemukan judulnya: Penulis Cantik yang Membunuh.

 BACA JUGA:Data Terkini, 31 RT dan 6 Ruas Jalan di Jakarta Banjir Imbas Hujan Deras

Setelah penangkapannya, dia mengatakan pada stasiun berita TV Cina, CCTV, bahwa beberapa karyanya memang terinspirasi oleh pikiran-pikirannya akan pembunuhan yang dia lakukan. Salah satu korbannya termasuk cucu si pemilik penginapan yang baru berusia 13 tahun.

Liu bukanlah penulis pertama yang telah melakukan kejahatan kejam dan memasukkannya dalam karya fiksinya.

Pada 1991, penulis Belanda Richard Klinkhamer membunuh istrinya dan kemudian menyerahkan naskah macabre pada agennya yang judul terjemahannya menjadi, 'Rabu, Hari Mencincang', dan mungkin juga cocok untuk diberi sub-judul: Tujuh Cara Membunuh Pasangan Anda.

Kisah nyata kejahatan lainnya juga banyak yang masuk ke dalam fiksi, seperti para novelis dengan imajinasi kuat yang kemudian menghidupkan lagi penceritaan yang tak tergarap baik.

Dari mulai In Cold Blood, karya 'novel non-fiksi' dari Truman Capote yang sampai sekarang masih terkenal, sampai buku populer The Room karya Emma Donoghue dan The Girls karya Emma Cline.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Kejahatan yang mengerikan menjadi lebih kuat lagi saat masuk dalam karya fiksi, dan bisa menyelusup masuk ke tempat-tempat terdalam pada pikiran kita.

Ini kisah pembunuhan sadis lainnya

Nama aslinya adalah Elizabeth Short. Usianya baru 22 saat jasadnya yang termutilasi ditemukan di sebuah gudang kosong di Los Angeles pada Januari 1947.

Tubuhnya terpotong di pinggang dan darahnya habis. Seorang ibu muda yang pertama menemukan jasadnya mengira dia sedang melihat sebuah manekin.

Peliputan media yang sensasional kemudian menyebut korban itu sebagai Black Dahlia. Penyelidikan polisi berhasil mengumpulkan 150 tersangka tapi tak ada yang ditahan dan sekitar 500 lebih pengakuan pun dicatat oleh polisi, namun tak ada yang kuat.

Kasus yang sampai sekarang belum terpecahkan ini pun menjadi inspirasi budaya, melahirkan beberapa buku dan film termasuk novel True Confessions karya John Gregory Dunne pada 1977, yang berawal dari kasus kejahatan yang mirip dan kemudian menjadi kisah heroik bagi dua saudara di LA pada 1940an.

Namun salah satu karya yang terkenal adalah thriller James Ellroy pada 1987 berjudul The Black Dahlia.

Di novel tersebut, kasusnya terpecahkan. Dan meski novel tersebut dimulai setahun sebelum Ellroy lahir, kasus tersebut punya makna penting baginya karena didedikasikan untuk ibunya yang dibunuh di LA pada 1958.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini