JAKARTA - Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan tertua kedua di Nusantara setelah Kerajaan Kutai dengan meninggalkan bukti arkeologi.
Kerajaan ini pernah berkuasa di wilayah barat Pulau Jawa pada abad ke-5 sampai abad ke-7 Masehi.
Dikatakan sebagai kerajaan Hindu pertama di Pulau Jawa.Wilayah kekuasaannya meliputi Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang dan Banten.
Peninggalan Kerajaan
Terdapat tujuh bukti prasasti yang berhubungan dengan kerajaan Tarumanagara ditemukan di daerah Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Prasasti tersebut di antaranya:
1. Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun merupakan batu peringatan yang berasal dari masa Kerajaan Tarumanegara sekitar abad V Masehi yang ditandai dengan bentuk tapak kaki Raja Purnawarman.
Prasasti Ciaruteun sekarang ditempatkan pada lahan berpagar seluas sekitar 1.000 m2 dan dilengkapi cungkup berukuran 8 x 8 m.
Prasasti dipahatkan pada sebongkah batu andesit.
2. Prasasti Kebon Kopi I
Prasasti ini ditemukan di Kampung Muara sejak awal abad XIX ketika diadakan penebangan hutan untuk pembukaan perkebunan kopi.
Pemberitaan mengenai prasasti ini pertama kali dikemukakan oleh N.W. Hoepermans dalam laporannya yang ditulis pada tahun 1864.
3. Prasasti Jambu
Prasasti Jambu merupakan salah satu prasasti dari tujuh Prasasti Purnawarman. Prasasti Jambu juga disebut sebagai Prasasti Pasir Koleangkak.
Prasasti ini ditulis dalam aksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta.
4. Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi merupakan salah satu dari tujuh prasasti peninggalan kerajaan tertua di barat Pulau Jawa.
Ditemukan kali pertama oleh seorang arkeolog asal Belanda, bernama N.W. Hoepermans.
Prasasti ini telah ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya peringkat nasional. Berbeda dengan keenam prasasti lainnya yang hampir seluruhnya berada di dekat aliran sungai, lokasi prasasti ini justru berada di perbukitan.
Tepatnya di sebelah selatan bukit Pasir Awi (± 559 mdpl) di kawasan hutan di perbukitan Cipamingkis Kabupaten Bogor.
5. Prasasti Muara Cianten di dekat Bogor
Prasasti Muara Cianteun merupakan bekas peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Prasasti ini ditemukan di sekitar sungai Cisadane dan berlokasi di Kampung Muara atau Pasir Muara, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang sudah ada sejak beberapa tahun silam.
Usai Prasasti Cianteun ditemukan dan dilaporkan kepada pemerintah setempat pada tahun 1864 silam oleh seseorang bernama N.W Hoepermans, laporan mengenai penemuannya juga dilaksanakan pihak lain yang bernama GP Rouffaer tahun 1909, NJ Krom tahun 1915, CM Pleyte tahun 1906, RDM Verbeek tahun 1891 serta JFG Brumund tahun 1868.
6. Prasasti Tugu di Jakarta Utara
Prasasti Tugu ditemukan di Kampung Batutumbuh, Desa Tugu. Kini lokasi penemuan masuk ke dalam wilayah Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Ketika ditemukan prasasti ini terkubur di bawah tanah. Hanya bagian puncak prasasti yang terlihat di permukaan tanah setinggi sekitar 10 cm.
7. Prasasti Cidanghiang di Pandeglang, Banten
Keberadaan Prasasti Cidanghiang pertama kali berasal dari laporan kepala Dinas Purbakala Toebagoes Roesjan pada tahun 1947.
Pada tahun 1954, ahli epigrafi dari Dinas Purbakala datang ke tempat prasasti ini ditemukan yaitu di tepi sungai Cidanghiang, Lebak, Munjul, Pandeglang.
(Natalia Bulan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.