Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dinkes DKI Sebut Banyak Korban Jatuh Akibat Gagal Ginjal Akut Disebabkan Terlambat Diagnosis

Bachtiar Rojab , Jurnalis-Minggu, 23 Oktober 2022 |13:54 WIB
Dinkes DKI Sebut Banyak Korban Jatuh Akibat Gagal Ginjal Akut Disebabkan Terlambat Diagnosis
Ilustrasi/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengklaim, banyaknya korban berjatuhan hingga merenggut korban jiwa akibat gagal ginjal akut misterius disebabkan terlambat didiagnosis.

"Kami sudah melihat data kasus DKI Jakarta, keparahan atau meninggal dari kasus gagal ginjal akut ini, itu banyak karena terlambat didiagnosis dan dibawa ke RS. Itu pertama," ujar Ngabila dalam YouTube Dinkes DKI Jakarta, Minggu (23/10/2022).

Menurut Ngabila, banyak orangtua yang baru membawa anaknya ke Rumah Sakit lebih dari 5 hari, sehingga meningkatkan resiko kematian.

"Terlambat dibawa ke RS lebih dari 5 hari meningkatkan kematian. Kasus berat yang sudah terlambat meningkatkan kematian," tuturnya.

Ngabila menambahkan, orang tua perlu memantau kondisi anak 10 hari setelah meminum obat sirup. Karena, lanjutnya, ada beberapa dampak yang perlu diwaspadai seperti urine berubah berwana coklat dan jumlahnya berkurang.

"Adanya riwayat gunakan parasetamol sirup atau drop dapat meningkatkan kematian. Ini yang harus dijaga," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement