Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tersenyum Usai Bunuh Icha, Polisi Periksa Kejiwaan Pendeta Rudolf Besok

Erfan Maaruf , Jurnalis-Senin, 24 Oktober 2022 |11:09 WIB
Tersenyum Usai Bunuh Icha, Polisi Periksa Kejiwaan Pendeta Rudolf Besok
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Polisi akan melakukan cek kejiwaan pendeta muda Christian Rudolf Tobing (36) pelaku pembunuhan Ade Yunia Rizabani atau Icha (36). Cek kejiwaan akan dilakukan Selasa, 25 Oktober 2022, besok.

"Kemungkinan besok cek kejiwaan. Karena cek kejiwaan engga cukup hanya satu hari ya," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (25/10/2022).

 (Baca juga: Tersangka Rudolf Ajak Korban ke Apartemennya Buat Podcast Bareng)

Dikatakannya, pemeriksaan kejiwaan Rudolf akan dilakukan di RS Polri Kramat Jati. Namun, Panjiyoga belum dapat menjelaskan secara lebih detail berapa hari tes kejiwaan dilakukan. Waktu kejiwaan bakal dilakukan merupakan wewenang dokter.

"²Itu tergantung wewenang dokter," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan tes kejiwaan dilakukan karena setelah Rudolf hendak membuang mayat korban dia sempat senyum bahagia.

"Kejiwaannya akan kami periksa ke psikiater," kata kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/10/2022).

Pembunuhan kepada Icha didasari atas motif sakit hati. Rudolf mengaku ada dua orang lainnya yang menjadi target pembunuhannya. Usai melakukan pembunuhan, pelaku terekam kamera CCTV tersenyum.

Tersangka Christian Rudolf Tobing (36) pelaku pembunuh Ade Yunia Rizabani (36) juga mengincar dua teman baik di komunitasnya untuk dibunuh. Tersangka Rudolf awalnya menargetkan untuk membunuh teman pria berinisial H dan S.

"Yang jadi target utama itu yang inisial H, tapi yang bersangkutan sulit dihubungi," kata Hengki kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).

Hengki menambahkan, tersangka Rudolf berencana setelah membunuh Icha akan menargetkan H dan S untuk dibunuh. Bahkan jika pihaknya tidak segera membongkar peristiwa ini tersangka telah membunuh H dan S.

 

"Kalau saja dia tidak tertangkap di kasus ini, dia bisa saja membunuh dua target lainnya," jelasnya.

Terpisah Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga mengatakan Rudolf sempat mencoba menemui H dengan menghubungi adik H untuk mengetahui keberadaan temannya tersebut. Namun, karena responnya kurang tersangka bergerak menghubungi korban Ade.

Kemudian, selain korban Ade dia juga menghubungi S, namun target S terselamatkan karena sedang berada di luar kota.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement