Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Disparekraf DKI Beberkan Alasan Keluarkan Izin Konser 'Berdendang-Bergoyang' yang Dihentikan Polisi

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Rabu, 02 November 2022 |06:42 WIB
Disparekraf DKI Beberkan Alasan Keluarkan Izin Konser 'Berdendang-Bergoyang' yang Dihentikan Polisi
Konser musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta. (Foto: Tangkapan layar)
A
A
A

BOGOR - Konser musik Berdendang Bergoyang yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu, 29 Oktober dihentikan pihak kepolisian karena dianggap membahayakan keselamatan lantaran jumlah penonton yang membludak. Semestinya, acara itu digelar selama tiga hari pada 28, 29 dan 30 Oktober 2022.

BACA JUGA: 5 Fakta 'Berdendang Bergoyang' Dibubarkan Polisi, Tidak Ingin Tragedi Kanjuruhan Terulang Kembali

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan bahwa ada dua alasan pihaknya memberikan izin konser 'Berdendang-Bergoyang' di Istora Senayan tersebut.

"Ya karena kan treatment untuk PPKM level 1 (dengan kapasitas pengunjung diperkenankan 100 persen). Kemudian juga terkait dengan pemulihan ekonomi tentunya geliat untuk seni pertunjukan kan sudah beraktivitas gitu ya," kata Andhika kepada awak media di Grand Cempaka Resort, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/11/2022).

Andhika menilai pihak penyelenggara konser mempersilahkan penonton masuk sesuai dentan fasilitas dan kapasitas dari lokasi acara. Sehingga pihaknya bersama Polres Metro Jakarta Pusat memberikan teguran kepada penyelenggaran dan acara pada hari ketiga, Minggu (30/10/2022) dibatalkan.

BACA JUGA: 5 Fakta Terkini Konser 'Berdendang Bergoyang', Manajemen Cetak Tiket di Luar Izin

"Namun dengan kejadian kemarin di mana penyelenggara memperlakukan masuk tidak sesuai dengan fasilitas (kapasitas) tentunya kami dari Disparekraf berkoordinasi dengan Satpol PP, dengan pihak kepolisian menegur kepada penyelenggara," ujar Andhika.

"Yang jelas di hari ketiga kan mereka tidak operate (berjalan konser) kan, seperti itu," imbuhnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan acara dikarenakan kapasitas penonton yang melebihi aturan yang tertera di lokasi.

"Karena kami menilai bahwa kondisinya sangat tidak memungkinkan, overload atau over kapasitas, saat ini cukup membahayakan," ujarnya saat dihubungi wartawan.

Menurut Komarudin, pengunjung acara tersebut menyentuh angka 21.000 lebih penonton, sedangkan kapasitas Istora Senayan sendiri hanya bisa menampung sekira 10.000 penonton saja.

"Istora itu maksimal 10.000 orang, tapi hasil pantauan kami 21.000 lebih penonton, jadi kita hentikan secara terpaksa kegiatannya," lanjut ia.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement