Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diperiksa Polisi Terkait Korban Tragedi Kanjuruhan, Dokter RSSA Malang : Tidak Ada Tekanan

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 02 November 2022 |05:44 WIB
Diperiksa Polisi Terkait Korban Tragedi Kanjuruhan, Dokter RSSA Malang : Tidak Ada Tekanan
Diperiksa penyidik terkait korban Tragedi Kanjuruhan, dokter RSSA Malang akui tak ada tekanan. (MNC Portal/Avirista Midaada)
A
A
A

MALANG - Dokter di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang membantah tak terbuka terkait penyebab kematian korban tragedi Kanjuruhan, sebagaimana dikatakan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Terlebih para dokter mengaku telah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu.

"Saya rasa mungkin salah persepsi. Kita akan menyampaikan apa adanya, kita sudah diperiksa oleh polisi, sudah di BAP tidak ada tekanan," tegas Wakil Direktur (Wadir) RSSA Malang dr Syaifullah Asmiragani, pada Selasa petang (1/11/2022).

Menurutnya, selain dirinya ada sejumlah dokter ahli lain yang dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jawa Timur pada Jumat pekan lalu. Pemeriksaan dilakukan di RSSA Malang. Tim penyidik langsung mendatangi dari Surabaya.

"Kita pada saat dapat surat panggilan ke Polda, tapi karena dokter-dokter yang dipanggil sangat banyak, dan ini mengganggu pelayanan. Makanya orang datang sendiri ke Malang ke sini, untuk memeriksa kami sampai setengah 11 malam. Kemarin itu lebih dari 10 orang banyak, ICU, bedah saraf, bedah mata. Kita ambil keterangan, termasuk saya juga diambil keterangan," tuturnya.

Materi yang dinyatakan disebutkan Syaifullah mengenai kondisi pasien tragedi Kanjuruhan pada saat datang ke rumah sakit. Kemudian korban yang meninggal dunia, korban yang dirawat di rumah sakit tetapi meninggal dunia.

"Termasuk korban yang dirawat di sini yang membaik, membaik itu ditanyakan semua, penyebabnya apa, kenapa, bagaimana penanganannya, hari Jumat kami dimintai keterangan. Jadi tidak ada tekanan sama sekali," tuturnya.

Pihaknya menegaskan bakal siap jika nanti saat proses persidangan dihadirkan untuk dimintai keterangan sebagai saksi ahli, untuk menjelaskan kondisi para korban tragedi Kanjuruhan.

"Ya nanti kita akan berangkat, kita akan memenuhi panggilan untuk memberikan kesaksian kita terhadap kasus-kasus yang kita tangani. Sekali lagi tidak ada tekanan itu," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement