JAKARTA - Dua warga Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Kamis (3/11/2022) pukul 22.00 WIB. Keduanya meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya yang roboh oleh material longsoran tebing dari bagian atas samping tempat tinggal korban.
Hasil kaji cepat sementara tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen peristiwa longsoran tebing itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
BACA JUGA:Aster Kasad Tinjau Pelaksanaan TMMD 115 Tambrauw, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Selain hujan, faktor lain yang diduga menjadi pemicu terjadinya longsor adalah kondisi tanah labil ditambah adanya saluran air yang berada di bagian atas tebing.
Adanya saluran air itu menyebabkan kandungan air di dalam tanah menjadi lebih banyak. Ketika terjadi hujan, struktur tanah semakin kehilangan kemampuan untuk mengikat satu sama lain sehingga terjadi longsor.
BACA JUGA:Bertemu Esther Pilot Penguji Pertama dari Asia, Prabowo: Perempuan Sekarang Pintar-Pintar
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kebumen, Basarnas, TNI, Poli, relawan dan perangkat desa setempat telah berhasil mengevakuasi kedua jasad korban dari reruntuhan bangunan yang tertimbun material tanah longsor. Tim selanjutnya membantu proses pembersihan puing lainnya dan melakukan monitoring lanjutan.
Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang akan berlaku di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kebumen hingga Sabtu (5/11/2022).
Menyikapi adanya informasi tersebut, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.
Sesuai dengan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., Pemerintah Daerah agar memastikan kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Di samping itu, Suharyanto juga meminta agar seluruh unsur Forkopimda melakukan perbaikan lingkungan sehingga bencana seperti banjir, banjir bandang hingga tanah longsor tidak terjadi ke dua kalinya.