Data tentang permukaan laut dan suhu rata-rata tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana perubahan iklim yang telah menyelimuti sebagian warga dunia dalam cuaca ekstrem.
Laporan itu menyoroti banjir luar biasa saat musim panas di Pakistan yang menewaskan lebih dari 1.700 orang dan memaksa 7,9 juta lainnya mengungsi. Termasuk kekeringan selama empat tahun yang melumpuhkan negara-negara di Afrika Timur yang membuat lebih dari 18 juta orang kelaparan. Selain itu, keringnya Sungai Yangtze ke tingkat terendah pada Agustus lalu, dan rekor gelombang panas yang membakar wilayah di Eropa dan China adalah catatan buruk lainnya.
Laporan tahunan itu juga menyebutkan tingkat karbondioksida, metani, dinitrogen oksida yang memerangkap panas semuanya telah mencapai rekor tertinggi, di mana metana meningkat pada kecepatan yang memecahkan rekor. Hal ini berarti lebih dari sekadar pemanasan suhu di darat.
Es, baik lapisan es di Greenland, dan gletser dunia, menyusut drastis. Selama 26 tahun berturut-turut, Greenland kehilangan es ketika semua jenis es dihitung. Volume salju gletser di Swiss turun lebih dari sepertiga dari 2001 – 2022.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.