Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Keluhkan Kualitas Gambar Masih Buruk dan Harga STB Merangkak Naik

MNC Portal , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |14:23 WIB
Warga Keluhkan Kualitas Gambar Masih Buruk dan Harga STB Merangkak Naik
Warga keluhkan kualitas siaran TV digital masih buruk. (MNC Portal)
A
A
A

JAKARTA – Warga mengeluhkan kualitas gambar di televisi buruk, meski sudah memasang set top box (STB) untuk mengubah menjadi siaran digital dari analog.

Warga RT 4 RW 4 Jalan Musholla, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Aryo (40), mengaku membeli STB Rp250 ribu begitu analog switch off (ASO) diberlakukan pada 2 November 2022. Aryo pun membeli antena digital Rp100 ribu. Televisi miliknya merupakan keluaran baru, tapi belum mendukung siaran digital.

Ia pun kecewa lantaran kualitas gambar dan suara tidak sebaik seperti yang dikampanyekan.

“Begitu dipasang, hanya ada lima channel TV. Setelah diotak-atik, beberapa channel lainnya muncul. Gambarnya memang terang, bagus. Tapi sering nge-lag (patah-patah),” ucapnya kepada MNC Portal, Jumat (11/11/2022).

Sinyal yang diterima juga sering hilang alias “no signal”. Aryo harus meninggikan antenanya untuk dapat menangkap lebih banyak channel TV. “Akhirnya kami lebih banyak nonton YouTube saja di TV itu,” katanya.

Menanggapi hal ini, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mulyadi mengimbau masyarakat teliti ketika membeli perangkat STB.

“Hati-hati, harus STB yang sudah tersertifikasi untuk memberikan jaminan kesesuaian teknologi, spesifikasi teknis dan keamanannya sehingga dapat menangkap siaran TV Digital di Indonesia secara optimal,” katanya kepada MPI.

Sementara itu, sejumlah pemilik toko di Pusat Elektronik Glodok, Jakarta Utara, memastikan STB yang mereka jual sudah mendapat sertifikasi Kemenkominfo.

Pemilik Toko Solution Electronik, Santoso menyatakan alat yang dijualnya asli. "Kami langsung beli ke toko pusat mereknya (merek Matrix) di kawasan Daan Mogot, Jakarta. Dan bisa dicek serta diprogram dulu sebelum dibeli. Di dusnya ada bukti sertifikasi," tuturnya.

Santoso menjual STB merek Matrix sekira Rp300 ribuan. Material luarnya dari besi. Dia juga menjual STB dengan material luar dari plastik seharga Rp250 ribuan.

Berdasarkan pantauan MPI, dus STB yang dijual Santoso tertera logo “Siap Digital”. STB merek Matrix diproduksi PT Stella Satindo sementara merek lainnya seperti Polytron diproduksi PT Hartono Istana Teknologi.

Sementara itu, Toko Jawa Electric di Jalan Wijaya Kusuma, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, sebagian besar menjual STB produk lokal. Menurut karyawan toko tersebut, Nur (22) distributor STB ini ada di Jakarta Utara. Tokonya juga menjual STB impor dari Jepang.

Harga jual STB lokal di tokonya rata-rata Rp250 ribuan, sementara merek impor sedikit lebih mahal.

Salah satu penjual elektronik di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Susi (60) mengungkapkan, harga STB beberapa hari terakhir terus naik. Sebelum 2 November 2022, Susi menyebut masih ada STB yang dijualnya Rp190.000. Kini, harga termurah STB Rp250.000. menjual STB.

“Benar-benar ikut harga pasar. Harga naik dari pabrik,” katanya.

Lantaran profil pembeli STB rata-rata kelas menengah ke bawah, Susi biasanya melepas STB berdasarkan kesepakatan tawar-menawar.

“Kasihan. Ya saya kasih saja asal masih dapat untung. Yang penting bisa membantu. Rezeki enggak ke mana,” tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement