Bambang menambahkan STB tersebut tidak terdistribusi karena penerima pindah alamat, merantau, meninggal dunia tetapi tidak punya ahli waris, rumah tidak ditemukan, rumah kosong. Sampai saat ini pihaknya masih berupaya untuk menyelesaikannya.
"Kendala kami di lapangan itu ada penerima menolak, takut penipuan, tidak ada sinyal, listrik mati dan rumah kosong. Untuk listrik mati dan rumah kosong kami harus datang kembali itu tentu rugi waktu," terangnya.
BACA JUGA:Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Kemenkes Berkoordinasi Aktifkan Kembali Wisma Atlet
Sebenarnya jumlah tersebut belum mencukupi untuk jatah yang seharusnya yaitu keluarga Sangat miskin, Rentan muskin dan miskin. Contohnya di Gunungkidul sebenarnya mencapai sekitar 150 ribu keluarga miskin namun dari pusat alokasinya tidak seperti kebutuhan.
Sebenarnya, lanjut dia dari yang dikhawatirkan nantinya adalah nanti ketika tv analog diputus pasti ada gejolak seperti di jakarta dan sekitarnya. Saat ini di DIY memang belum ada gejolak karena yang diputus baru TVRI.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.