Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pria Libya Tersangka Pengeboman Lockerbie pada 34 Tahun Lalu Berada dalam Tahanan AS

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 12 Desember 2022 |07:03 WIB
Pria Libya Tersangka Pengeboman Lockerbie pada 34 Tahun Lalu Berada dalam Tahanan AS
Penerbangan Pan Am yang meledak karena dibom pada 1988 (Foto: AP)
A
A
A

SKOTLANDIA - Pihak berwenang Skotlandia mengatakan seorang pria Libya yang dituduh membuat bom yang menghancurkan penerbangan Pan Am 103 di atas Lockerbie 34 tahun lalu berada dalam tahanan Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, AS mengumumkan tuduhan terhadap Abu Agila Masud pada dua tahun lalu dan  menyatakan bahwa dia memainkan peran kunci dalam pengeboman pada 21 Desember 1988.

Ledakan di atas pesawat Boeing 747 itu menewaskan 270 orang. Ini adalah insiden teroris paling mematikan yang pernah terjadi di tanah Inggris.

Baca juga:  Kisah Pesawat Mendarat Setelah 37 Tahun Hilang, Begini Fakta Sesungguhnya

Semua 259 penumpang dan awak pesawat jumbo jet menuju New York dari London tewas sementara 11 orang lainnya tewas di Lockerbie ketika puing-puing menghancurkan rumah mereka.

Baca juga:  Tragedi Meledaknya Pesawat Pan Am, Teror Bom yang Renggut 259 Nyawa

Bulan lalu dilaporkan bahwa Masud telah diculik oleh kelompok milisi di Libya, yang menimbulkan spekulasi bahwa dia akan diserahkan kepada pihak berwenang AS untuk diadili.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Masud akan muncul pertama kali di pengadilan federal di Washington.

Sementera itu, pemerintah Inggris langsung memberikan respons.

"Keluarga dari mereka yang tewas dalam pengeboman Lockerbie telah diberitahu bahwa tersangka Abu Agila Mohammad Mas'ud Kheir Al-Marimi ("Mas'ud" atau "Masoud ") berada dalam tahanan AS,” terang seorang juru bicara Crown Office and Procurator Fiscal Service (COPFS).

"Jaksa dan polisi Skotlandia, bekerja sama dengan pemerintah Inggris dan kolega AS, akan terus melanjutkan penyelidikan ini, dengan satu-satunya tujuan membawa mereka yang bertindak bersama Al Megrahi ke pengadilan,” lanjutnya.

Polisi Skotlandia mengatakan tetap "sangat berkomitmen" untuk penyelidikan dan untuk mendukung keluarga dan masyarakat yang menderita kerugian yang sangat besar.

"Kami terus bekerja sama dengan Crown Office dan Procurator Fiscal Service di Skotlandia, bersama dengan mitra kami dalam pemerintah Inggris dan pihak berwenang di Amerika Serikat, dalam mendukung upaya keadilan yang berkelanjutan terhadap mereka yang bertanggung jawab,” seorang juru bicara kepolisian.

Sebagai informasi, lima tahun lalu Masud menjalani hukuman penjara di Libya karena membuat bom.

Pada 2001 Abdelbaset al-Megrahi dihukum karena pengeboman Pan Am 103 setelah diadili di pengadilan khusus Skotlandia di Belanda.

Dia adalah satu-satunya orang yang dihukum atas serangan itu.

Megrahi dipenjara seumur hidup tetapi dibebaskan atas dasar belas kasihan oleh pemerintah Skotlandia pada 2009 setelah didiagnosis menderita kanker.

Dia meninggal di Libya pada 2012.

Diduga selama di penjara di Libya, Masud mengaku terlibat konspirasi dengan Megrahi untuk meledakkan penerbangan tersebut.

Aamer Anwar, pengacara Megrahi, mengatakan Masud sebenarnya berada dalam tahanan seorang panglima perang yang "dikutuk secara luas karena pelanggaran hak asasi manusia".

Dia mengatakan keadaan di mana pengakuan semacam itu akan "ditentang keras" di pengadilan AS atau Skotlandia mana pun.

Megrahi, yang selalu menyatakan tidak bersalah, mengajukan dua kali banding terhadap hukuman penjara selama 27 tahun. Banding pertama tidak berhasil dan yang lain ditinggalkan.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement