Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Kota Bawah Tanah di Cappadocia, Ditemukan Kembali Berkat Ayam yang Kabur

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 15 Desember 2022 |07:06 WIB
Kisah Kota Bawah Tanah di Cappadocia, Ditemukan Kembali Berkat Ayam yang Kabur
Kota bawah tanah Derinkuyu. (Foto: Getty Images)
A
A
A

“Pergantian kerajaan dan imbasnya terhadap kawasan Anatolia menjelaskan pengubahan fungsi tempat persembunyian bawah tanah seperti Derinkuyu,” tambah De Giorgi.

“Pada masa (abad ke-7) ketika kerajaan Islam menyerang (Kekaisaran Kristen Byzantine) tempat persembunyian ini digunakan sepenuhnya,” imbuh De Giorgi.

Walau bangsa Phrygian, Persia, dan Seljuk menghuni kawasan ini dan mengembangkan kota bawah tanah dalam abad-abad berikutnya, populasi Derinkuyu mencapai jumlah terbanyak pada masa Byzantine. Saat itu hampir sebanyak 20.000 orang tinggal di bawah tanah.

Anda kini bisa mengecap pengalaman tinggal di kota bawah tanah Derinkuyu dengan membayar 60 Lira Turki atau setara dengan Rp50.000.

Saya pun mencoba masuk ke dalam terowongan-terowongan sempit di kota bawah tanah tersebut. Dinding-dindingnya menghitam akibat nyala obor selama berabad-abad. Sensasi claustrophobia pun perlahan terasa.

Namun, terlepas dari perasaan itu, saya bisa menyaksikan bukti kecerdasan berbagai kerajaan yang mengembangkan Derinkuyu. Lorong-lorong pendek yang sengaja sempit memaksa pengunjung untuk menavigasi labirin koridor dan tempat tinggal sambil membungkuk dan dalam satu barisan– jelas posisi yang tidak tepat bagi penyusup.

Diterangi cahaya lampu remang-remang, batu-batu bundar seberat setengah ton menghalangi pintu akses di antara setiap 18 tingkat dan batu-batu tersebut hanya dapat dipindahkan dari dalam.

Lubang kecil dan bulat sempurna di tengah pintu besar dan kuat ini akan memungkinkan penduduk untuk menusuk penyusup sambil mempertahankan batas yang aman.

"Kehidupan di bawah tanah mungkin sangat sulit," kata Suleman, pemandu saya. "Penduduk buang hajat di dalam toples tanah liat tertutup, hidup dengan obor, dan membuang mayat di daerah (yang disepakati),” ucapnya.

Setiap tingkatan kota dirancang dengan hati-hati untuk penggunaan tertentu. Ternak disimpan di kandang yang paling dekat dengan permukaan untuk mengurangi bau dan gas beracun yang dihasilkan oleh ternak, sekaligus memberikan lapisan penghangat untuk bertahan pada bulan-bulan dingin.

Lapisan dalam kota berisi tempat tinggal, gudang bawah tanah, sekolah dan ruang pertemuan. Ada pula sebuah sekolah misionaris Bizantium tradisional di lantai dua, lengkap dengan ruang belajar yang berdekatan.

Menurut De Giorgi, "bukti pembuatan minuman anggur didasarkan pada keberadaan gudang bawah tanah, tong untuk pengepresan, dan amphora (guci tinggi bergagang dua dengan leher sempit).”

Kamar-kamar khusus ini menunjukkan bahwa penduduk Derinkuyu siap menghabiskan waktu berbulan-bulan di bawah permukaan tanah.

Namun, yang paling mengesankan adalah sistem ventilasi yang kompleks dan sumur terlindung yang memasok seluruh penduduk kota dengan udara segar dan air bersih. Bahkan, diperkirakan bahwa konstruksi awal Derinkuyu berpusat pada dua elemen penting ini.

Lebih dari 50 lubang ventilasi, yang mengalirkan udara secara alami ke banyak tempat tinggal dan lorong, didistribusikan ke seluruh kota untuk menghindari serangan fatal terhadap pasokan udara mereka. Sumur itu digali sedalam lebih dari 55 meter dan dapat dengan mudah dipotong dari bawah oleh penduduk kota.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement