"Dengan cara begitu kita aman bergaul dengan semuanya (tanpa merasa paling benar)," tambahnya.
Abdul Munir menambahkan, manusia juga susah untuk menyinergikan kebenaran yang baku dan relatif. Ia mencontohkan kitab suci. Kitab suci merupakan kebenaran yang baku dan pemahaman manusia akan kitab suci merupakan kebenaran yang relatif.
"Sementara kita sering kali mensakralkan paham kita karena bersumber dari kitab suci yang sakral, padahal yang sakral hanya kitab suci, pemahaman kita belum tentu," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.