Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serapan Anggaran Rendah, Anggota Banggar DPR Usul Belanja Pemerintah Dialihkan ke Dana Desa

Felldy Utama , Jurnalis-Rabu, 21 Desember 2022 |16:37 WIB
Serapan Anggaran Rendah, Anggota Banggar DPR Usul Belanja Pemerintah Dialihkan ke Dana Desa
Anggota Banggar DPR, Ratna Juwita Sari (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Ratna Juwita Sari mengusulkan agar belanja pemerintah pusat dialihkan ke dalam program dana desa. Usulan ini disampaikan lantaran masih rendahnya kinerja penyerapan belanja negara.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaporkan bahwa sampai 31 Oktober 2022 realisasi pendapatan negara sebesar Rp2.181,57 triliun dan realisasi belanja negara sebesar Rp2.351,09 triliun atau setara dengan 75,68% dari pagu yang ditetapkan dalam Penjabaran APBN 2022 yaitu sebesar Rp3.106,43 triliun.

"Kita semua tahu bahwa tahun 2022 masyarakat masih berada dalam masa pemulihan pascapandemi Covid-19. Patut disayangkan kalau realisasi belanja negara masih rendah, padahal masyarakat sebagai penerima manfaat sangat membutuhkan manfaatnya untuk dapat bangkit lebih cepat,” kata Ratna dalam keterangannya, Rabu (21/12/2022).

Secara khusus, Ratna menyoroti realisasi belanja non-kementerian/lembaga yang baru mencapai 67,68%, termasuk realisasi belanja kementerian/lembaga yang belum mampu menembus angka psikologis 80%.

Baca juga: Mendagri Tito : Dana Desa Jangan Buat Program Tidak Jelas

“Dalam kondisi sulit seperti ini, masyarakat seharusnya dapat menerima manfaat langsung dari belanja negara, agar daya beli mereka terus terjaga. Rendahnya realisasi belanja tersebut, membuat masyarakat dihilangkan kesempatannya untuk menerima manfaat oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Korupsi Dana Desa, Dua Mantan Kades di Lahat Terancam Penjara Seumur Hidup

Legislator PKB itu juga mempertanyakan janji pemerintah yang akan melakukan reformasi struktural dalam kebijakan APBN. Pasalnya, setiap tahun usulan belanja selalu dinaikkan, tetapi realisasinya tidak sepenuhnya berkualitas dan berkontribusi penuh terhadap sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Melihat rendahnya kinerja penyerapan tersebut, Ratna meminta kepada Presiden dan Menteri Keuangan untuk mengevaluasi belanja pemerintah pusat. Kata dia, jika memang pemerintah pusat tidak mampu merealisasikan belanja dengan berkualitas, dia pun mengusulkan lebih baik alokasinya dialihkan menjadi tambahan Dana Desa.

“Sudahlah, melihat pemerintah pusat tidak mampu merealisasikan belanja dengan baik, saya minta dialihkan saja menjadi Dana Desa. Lebih kongkrit manfaatnya. Ingat, ini duit rakyat,” pungkasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement