PRESIDEN Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, pernah menjadi santri ketika masih muda. Ia pun memahami betul seluk-beluk kehidupan santri di pesantren.
Dia pernah berguyon mengenai kehidupan santri yang penuh dengan pantangan-pantangan, salah satunya adalah pantangan untuk merokok, seperti dikutip dari buku Mati Tertawa Bareng Gus Dur.
"Para santri dilarang keras merokok!" begitulah aturan yang berlaku di semua pesantren, termasuk di pesantren Tambak Beras asuhan Kiai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyatri. Tapi, namanya santri, kalau tidak bengal dan melanggar aturan rasanya kurang afdhol.
BACA JUGA:Wapres Harap Ada Kiai-Santri Jadi Presiden atau Wapres: Gus Dur Sudah Mulai, Saya Mengikuti
Suatu malam, tutur Gus Dur, listrik di pesantren itu tiba-tiba padam. Suasana pun jadi gelap gulita. Para santri ada yang tidak peduli, ada yang tidur tapi ada juga yang terlihat jalan-jalan mencari udara segar.
Di luar sebuah rumah, ada seseorang sedang duduk-duduk santai sambil merokok. Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan itu.
"Nyedot, Kang?" sapa si santri sambil menghampiri "senior"-nya yang sedang asyik merokok itu. Langsung saja orang itu memberikan rokok yang sedang dihisapnya kepada sang "yunior".
BACA JUGA:Humor Gus Dur: Alasan Rapat Gunakan Bahasa Arab
Saat dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga si santri mengenali wajah orang tadi. Saking takutnya, santri itu langsung lari tunggang langgang sambil membawa rokok pinjamannya. "Hai, rokokku jangan dibawa!" teriak Kiai Fatta.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.