Kemudian, Komarudin menyebutkan bahwa berdasarkan tiket kereta yang dimiliki korban itu memiliki tujuan arah Solo. Sementara lokasi tubuh korban ditemukan merupakan arah sebaliknya, yaitu ke arah Jakarta Kota.
“Kecurigaan awal kalau dilihat dari arah kereta, yang bersangkutan itu punya tiket kereta jam 20.40 itu ke arah Solo, sementara posisi terakhir (korban) ditemukan itu (di jalur rel) ke arah Kota, arah sebaliknya,” ucapnya.
Sehingga, dugaan awal korban panik karena salah kereta dan kemudian lompat turun masih perlu pendalaman lebih lanjut lagi.
“Apakah yang bersangkutan ini awal salah naik kereta terus panik, mau loncat atau bagaimana, ini masih kita dalami,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.