Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wapres: Sukarno Pernah Bilang Samarkand Jauh di Mata Dekat di Hati

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Kamis, 15 Juni 2023 |16:29 WIB
Wapres: Sukarno Pernah Bilang Samarkand Jauh di Mata Dekat di Hati
Wapres Maruf Amin di Uzbekistan (Foto : Antara)
A
A
A

SAMARKAND - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan Presiden pertama Sukarno (Bung Karno), pernah mengatakan Kota Samarkand di Uzbekistan adalah kota yang jauh di mata dekat di hati.

"Beliau mengatakan Samarkand ini jauh di mata dekat di hati," kata Wapres Ma'ruf Amin usai berziarah ke makam ahli hadis terkemuka Imam Bukhari, seperti dilansir dari Antara, Kamis (15/6/2023).

Makam Imam Bukhari di Samarkand, kata Maruf Amin, ditemukan berkat jasa Bung Karno yang mendorong pemerintah Uni Soviet (saat Uzbekistan masih menjadi bagian Uni Soviet) untuk menemukan makam Imam Bukhari.

"Bung Karno (bilang) 'tidak akan saya datang ke sini lagi kalau tidak dibangunkan (ditemukan dan dibangun makam) Imam Bukhari. Oleh karena itu, dibangunkan ini. Itu jasa Bung Karno," ujar Wapres Ma'ruf.

Atas dasar itu pula, Wapres Ma'ruf Amin mengusulkan dan mendorong dibangun Sukarno Memorial Library, semacam perpustakaan Bung Karno di kompleks makam Imam Bukhari, untuk mengenang bahwa Bung Karno yang memiliki jasa ditemukannya makam Imam Bukhari.

Wapres telah berbicara dengan Perdana Menteri Uzbekistan Abdulla Aripov mengenai hal tersebut.

Sebelumnya, Wapres Ma’ruf Amin menyebutkan ada hubungan dekat antara Indonesia dan Uzbekistan sejak era Presiden pertama RI di era Soekarno.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf Amin usai bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Uzbekistan Abdulla Nigmatovich Aripov pada Selasa 13 Juni 2023.

"Saya bersama Dubes dan yang lainnya tadi saya diterima PM Uzbekistan. Dalam pertemuan saya merasa sangat akrab, hangat, dan banyak hal yang diharapkan bisa terwujud," ujar Ma'ruf Amin.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement