Sebagai negeri pelabuhan dan maritim, Ratu Kalinyamat menaruh perhatian besar terhadap dunia perdagangan dan angkatan laut. Dunia perdagangan ini berkaitan erat dengan perekonomian masyarakat di wilayahnya.
BACA JUGA:
Pelabuhan menjadi titik perputaran ekonomi tersebut. Salah satunya peningkatan ekonomi juga ditunjang dengan kerja sama dengan negara atau kerajaan-kerajaan lain. Ratu Kalinyamat mampu memulihkan perekonomian di wilayahnya yang sempat redup gegara perebutan kekuasaan di Demak Bintara.
Pada pertengahan abad 16, beberapa pelabuhan yang berada di wilayahnya menjadi sentra perdagangan internasional. Berbagai hasil pertanian dan perkebunan diekspor melalui Kalinyamat, seperti beras, gula, madu, kayu, kelapa, kapok, hingga palawija.
BACA JUGA:
Tak hanya ekonomi, Ratu Kalinyamat juga menaruh perhatian pada bidang militer. Kekuatan angkatan laut yang dimilikinya dikenal tangguh. Hal ini bukan saja berkaitan dengan penjagaan teritori wilayahnya.
Ia juga menjadi instrumen baginya dalam membangun kerja sama dengan kerajaan lain guna membantu mengawal mitranya dari pasukan penjajah.
Ratu Kalinyamat dikenal memiliki pasukan perang yang tangguh dan teruji dengan pengiriman mereka ke wilayah timur, tepatnya di Haitu Maluku dan wilayah barat ke Kesultanan Johor dan Kesultanan Aceh Darussalam. Pengiriman tentara itu ditujukan dalam rangka membantu mereka dalam melawan Portugis yang menempati pos di di Maluku dan Malaka.
Tanpa rasa takut, pada tahun 1551, Ratu Kalinyamat menyambut baik ajakan jihad yang dikirimkan Raja Johor. Ia mengirimkan 40 kapal yang mengangkut 4.000 sampai 5.000 tentara bersenjata. Sempat merangsek masuk ke Malaka, tetapi setelah panglima perangnya gugur, pasukan pun mundur kembali ke Jepara.
Ratu Kalinyamat pun kembali mengirimkan pasukannya ke wilayah tersebut atas ajakan Sultan Riayat Syah dari Kesultanan Aceh pada tahun 1573. Kejadian hampir sama pun berulang. Pasukan Kalinyamat sempat berhasil masuk ke wilayah Portugis. Namun, blokade dari laut membuat kehabisan bahan makanan sehingga membuat dua pertiga angkatan perang pun gugur.
Dikutip dari Sri Wintala Achmad dalam Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat (2020), pengiriman tentara guna melawan Portugis di Melaka yang jauh dari wilayah kekuasaannya itu menunjukkan karakternya yang pemberani, tegas, nan keperkasaannya dalam memimpin sebuah pemerintahan.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.