PALOPO - Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) 1 Wija To Luwu 2023 dengan tema "Wija to Luwu Kuat, Luwu Raya Berdaulat" yang berlangsung di Saodenrae Convention Center (SCC) pada Sabtu-Minggu (1-2/7/2023).
Kegiatan ini dihadiri seluruh Ketua BPW KKLR, Ketua BPD KKLR, hingga Ketua IPLR se-Indonesia. Hadir pula Wali Kota Palopo Judas Amir, Anggota DPRD se-Luwu Raya serta Provinsi Sulsel Dapil 11 Luwu Raya, dan ribuan perantau WTL. Acara juga dihadiri Bacaleg DPR RI Dapil Sulsel 3 dari Partai Perindo Romi Arfandi Tandiari. Beliau sekaligus sebagai perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).
Ketua Umum BPP KKLR, Arsyad Kasmar mengatakan, silaturahmi nasional ini merupakan ajang pertemuan Wija To Luwu dari semua kalangan.
"Ini merupakan program kerja dari BPP KKLR yang bertujuan mempertemukan wija to Luwu membicarakan banyak hal strategis yang diharapkan memberi konstribusi secara langsung bagi sumber daya manusia Luwu Raya," ucap Arsyad.
Ia mengungkapkan, silatnas ini diisi berbagai kegiatan, di antaranya Forum Dialog Masa Depan Luwu Raya, Forum Bisnis Luwu Raya, Forum Sitammu Rupa, jalan sehat, hingga bakti sosial seperti sunatan massal, skrining mata dan sosialisasi penyakit kulit dan kelamin.
Arsyad berharap, dengan adanya pertemuan ini dapat melahirkan gagasan-gagasan baru dan program-program yang terkait dengan kemajuan Luwu Raya ke depan, baik secara sosial, ekonomi, politik serta kemajuan pembangunan Tana Luwu.
"Kalau bukan persatuan dan kesatuan kita sebagai WTL, maka siapa yang akan memperhatikan daerah kita, siapa yang akan saling merangkul, sehingga saya harapkan kepada kita semua yang hadir agar terus menjaga kerukunan," ucapnya.
Arsyad mengatakan, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan untuk terus memperkuat silaturahmi Wija To Luwu.
"Agenda silatnas ini akan kita laksanakan atau menjadi kalender rutin KKLR, untuk waktunya kita akan rembukkan apakah setahun sekali atau seperti bagaimana ke depan nanti kita atur," katanya.
Itu karena menurutnya, silatnas ini menjadi ajang untuk menjaga persatuan dan kesatuan Wija To Luwu baik yang ada di perantauan maupun Luwu Raya.
"Ribuan Wija To Luwu ada di perantauan beranak cucu dan sangat kita sayangkan ketika mereka mengakui dirinya sebagai WTL tapi tidak pernah pulang melihat kampung halamannya nah itu yang harus kita lakukan dan ini tujuan dari silatnas ini," tandasnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.