Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Bi Nang Ti Pikat Hati Adipati Lasem dengan Kepiawaiannya Menari

Nanda Aria , Jurnalis-Selasa, 12 September 2023 |08:10 WIB
Kisah Bi Nang Ti Pikat Hati Adipati Lasem dengan Kepiawaiannya Menari
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A
A
A

 

MAKAM Putri Campa terdapat di beberapa daerah seperti di Trowulan, Mojokerto dan Pesisir Utara Jawa, seperti di desa Bonang kecamatan Lasem kabupaten Rembang.

"Makam putri Campa berada di atas bukit kompleks pasujudan Sunan Bonang," ujar Koh Lam, penggiat sejarah Lasem.

 BACA JUGA:

Dikatakannya, dalam Carita Sejarah Lasem (CSL) diceritakan, pada tahun 1335 syaka seorang nahkoda atau Dhampoawang dari negara Champa yang bernama Bi Nang Un beserta rombongan mendaratkan kapal atau jung-jungnya di pelabuhan Regol, Lasem.

"Setahun sebelumnya Bi Nang Un sudah pernah mengunjungi Lasem bersama Dhampoawang Cheng Ho," ucapnya.

 BACA JUGA:

Melihat kesuburan tanah Lasem dan keramahan masyarakatnya serta sudah banyak orang-orang Campa yang tinggal di Lasem sebelumnya, maka Bi Nang Un meminta izin kepada Cheng Ho untuk tidak ikut melanjutkan berlayar menjelajahi samudera.

Istri Bi Nang Un bernama Na Li Ni, mempunyai dua anak, Bi Nang Na dan Bi Nang Ti. Bi Nang Na dewasa piawai mengarang gendhing dan kidung.

Ia membuat gamelan gagrak campa dicampur gagrak majapahit setelah sempurna diberi nama gagrak Lasem, pathet Lasem, suluk Lasem, sampak Lasem.

Sedangkan Putri Bi Nang Ti setelah dewasa piawai menari serta terampil membatik, menyulam, menenun dan membuat jamu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement