Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemuda Didorong Berperan Jaga Keberlanjutan Lingkungan

Hambali , Jurnalis-Rabu, 20 September 2023 |15:37 WIB
Pemuda Didorong Berperan Jaga Keberlanjutan Lingkungan
Pemuda Didorong Jaga Keberlanjutan Lingkungan/Okezone
A
A
A

 

TANGERANG SELATAN - Konsep Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru, merupakan tuntunan penting untuk mengajak semua pihak melestarikan keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Upaya ini harus terus dilakukan untuk menjaga meluasnya dampak kerusakan lingkungan saat ini.

Hal itu dipaparkan dalam seminar The 6th Internasional Seminar on Bussines, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) di Universitas Terbuka Convention Centre (UTCC). Seminar ini mengangkat tema 'Entrepreneurial Resilience: Key to The Green-Blue Economy Ecosystem,".

"Berbicara mengenai pembangunan ekonomi, tidaklah hanya terkait tentang angka-angka keuangan saja, namun juga bagaimana pembangunan ekonomi dilihat dari angka kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup, yang akan menjamin tersedianya sumber daya alam bagi anak cucu kita," ujar Rektor UT Ojat Darojat, Rabu (20/9/2023).

Penting bagi para wirausahawan untuk ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kelestarian planet bumi. Itu sebabnya,The 6th ISBEST kali ini menghadirkan wawasan dan pengetahuan terkini tentang kondisi dan permasalahan wirausaha di ekosistem ekonomi hijau atau biru.

Ojat mengatakan, seminar ini dijadikan stimulus bagi tumbuhnya kesadaran pelaku wirausaha dalam memerhatikan dampak lingkungan atas bisnis ekonomi yang dijalankan. Para mahasiswa UT, kata dia, memiliki andil menularkan kesadaran itu lantaran kampus UT tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

"Dan ini sangat penting diselenggarakan oleh UT, karena UT itu kan besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Kalau berita ini disampaikan kepada kantor cabang di daerah, mahasiwa UT yang tersebar di seluruh nusantara, ini akan sangat bagus sehingga dampaknya akan semakin massif," jelasnya.

Sejumlah pembicara turut mengisi materi seminar, di antaranya Menteri Koperasi Teten Masduki yang diwakili Sekretarisnya, Arif Rahman Hakim, 2 pembicara panel, Asmak dari University Malaya dan Jin Kwang So dari Gachon University, Korea Selatan.

The 6th ISBEST diharapkan mampu memberi pandangan mengenai tantangan kewirausahaan di era ekonomi digital, serta mampu menerapkan dan menciptakan strategi kewirausahaan yang mempunyai manfaat dan profitabilitas.

Ketua Panitia ISBEST 2023, Erlambang Budi, mengatakan, tema untuk tahun ini memang khusus pada pembahasan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Hal itu melihat potensi yang dimiliki Indonesia untuk masuk menjadi negara 3 besar dunia dalam pengelolaan ekonomi berbasis ramah lingkungan.

"Seperti yang tadi disampaikan Pak Rektor bahwa ekonomi green and blue ekonomi itu sebenernya potensi indonesia untik menjadi jajaran 3 besar dunia. Karena kalau kita mau bersaing dengan manufaktur dengan negara lain, China, Eropa, mereka sudah 10 tahun di depan kita. Tapi kalau basis manufaktur kita itu green dan blue ekonomi, maka kita bisa menjadi negara 3 hesar di dunia,"pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement