Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berkongsi dengan China, Cara Sriwijaya Kuasai Jalur Perdagangan dan Halau Ancaman dari Jawa

Nanda Aria , Jurnalis-Minggu, 29 Oktober 2023 |07:15 WIB
 Berkongsi dengan China, Cara Sriwijaya Kuasai Jalur Perdagangan dan Halau Ancaman dari Jawa
Ilustrasi/Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kerajaan Sriwijaya sukses menguasai perdagangan dunia di abad ke-7. Kerajaan di wilayah Sumatera ini bahkan dikisahkan berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan yang berada di dalam dan luar negeri.

Hal ini tentu menguatkan posisi Sriwijaya sebagai kerajaan yang diperhitungkan di Nusantara dan di dunia. Apalagi secara letak, Pulau Sumatera memiliki lokasi cukup strategis bagi kegiatan perdagangan internasional.

 BACA JUGA:

Hal ini memungkinkan karena Pulau Sumatera digunakan pelayaran sejak masa prasejarah, terutama dalam rangka perdagangan rempah-rempah.

Kebesaran Kerajaan Sriwijaya dikisahkan pada Buku "Airlangga : Biografi Raja Pembaru Jawa Abadi XI" dari Ninie Susanti, di mana pada kenyataannya Sriwijaya muncul sebagai pelabuhan transit dagang yang penting bagi jalur dagang melalui laut karena banyak disinggahi oleh pedagang dari berbagai bangsa di dunia.

 BACA JUGA:

Sriwijaya merupakan kekuatan pertama dalam sejarah Indonesia yang berhasil mendominasi wilayah Selat Malaka yang memegang kunci perdagangan dan pelayaran baik ke negeri Cina, maupun ke negeri-negeri lainnya.

Sriwijaya pun memulai ekspansi ke utara yang bukan hanya dimaksudkan untuk mengendalikan lalu lintas bahari yang keluar masuk selat, melainkan ditujukan pula untuk menguasai penyeberangan darat melalui tanah genting Kra.

Di samping itu, ekspedisi ke selatan juga disiapkan Kerajaan Sriwijaya, hal ini untuk menaklukkan bumi Jawa biasanya ditafsirkan sebagai usaha ekspansi ke Jawa Barat. Suatu rencana untuk memasukkan pantai sebelah Selat Sunda dalam kekuasaan Sriwijaya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement