Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Seorang Mantri yang Tusuk Panembahan Senopati hingga Terkulai Lemas

Awaludin , Jurnalis-Sabtu, 16 Desember 2023 |07:02 WIB
 Cerita Seorang Mantri yang Tusuk Panembahan Senopati hingga Terkulai Lemas
Panembahan Senopati (foto: dok Wikipedia)
A
A
A

PANEMBAHAN Senopati, orang nomor satu di Kerajaan Mataram banyak mendapatkan perlawanan dari pihak-pihak yang tak mau mengakui kekuasaan Kerajaan Mataram Lama.

Dikutip dari "Puncak Kekuasaan Mataram : Politik Ekspansi Sultan Agung" dari De Graaf, salah satu oposisi tersebut adalah Ki Bocor, seorang mantri di Jawa Tengah. Ki Bocor tidak mau mengakui kekuasaan Panembahan Senopati karena menganggap Kerajaan Mataram usianya lebih muda.

Ki Bocor bahkan ingin menguji kesaktian Panembahan Senopati dengan kerisnya, Kebo Dengen, yang mahsyur sebagai senjata dengan ketajaman luar biasa. Namun, rencana Ki Bocor ini diketahui oleh Panembahan Senopati.

Saat sedang duduk pada tengah malam, Panembahan Senopati membiarkan dirinya ditusuk dari belakang oleh Ki Bocor. Panembahan Senopati tak bergeming sampai akhirnya Ki Bocor kehabisan tenaga, jatuh terkulai di tanah dan mencium kakinya.

Panembahan Senopati mengampuni Ki Bocor dan membiarkannya pergi sementara keris Kebo Dengan tertancap di tanah.

Asal usul mengenai Ki Bocor diulas dalam tiga naskah yakni Babad Tanah Djawi, Babad Pajajaran dan Serat Baron Sakender. Namun, Kitab Babad Pasir memberikan beberapa petunjuk tentang mantri itu.

Pada sumber - sumber sejarah itu disebutkan Ki Bocor termasuk mantri yang berkuasa di Pasir, di daerah Banyumas pada masa sebelum datangnya Islam. Daerah ini konon tanah para menantu Adipati Kandhadaha dari Pasir, mungkin seorang raja mitos.

Ki Bocor kemungkinan merupakan keturunan Pangeran Tole, seorang putra dari raja Pasir Pertama Pangeran Senapati, pengikut Sultan Demak I. Namun, Pangeran Senapati I kemudian meninggalkan kesetiaannya pada Demak dan Islam, sehingga diusir oleh Sultan Demak II dari Pasir dan digantikan patihnya, yang bergelar Pangeran Senapati II.

Mungkin pula karena menyadari dirinya sebagai keturunan keluarga Pangeran Tole yang lebih tua, ia tidak bersedia tunduk pada Kerajaan Mataram yang masih muda itu, yang dianggapnya sebagai wong cilik.

Lagi pula, gelarnya sama seperti Raja Pasir pertama yang muslim, yang mungkin diperolehnya dari Sultan Demak. Karena itu, Ki Bocor tentu merasa bahwa dirinya paling tidak sederajat dengan Senopati. Hanya kekuatan gaib dan kekebalan Senopati yang dapat meyakinkannya tentang takdir Senapati menjadi raja seluruh tanah Jawa.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement