Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berharap Anies dan Ganjar Lolos Putaran Kedua, Pengamat Politik Hendri Satrio: Mereka Bicara Substansi

Berharap Anies dan Ganjar Lolos Putaran Kedua, Pengamat Politik Hendri Satrio: Mereka Bicara Substansi
Pengamat Politik harapkan Anies dan Ganjar masuk putaran kedua. (Foto: MPI/Aldhi Chandra)
A
A
A

JAKARTA - Debat calon presiden (Capres) kedua yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (7/1/2024) berlangsung panas. Dari adu gagasan para capres nomor urut 1 (Anies Baswedan), 2 (Prabowo Subianto) dan 3 (Ganjar Pranowo), Pengamat Politik Hendri Satrio menilai Anies dan Ganjar lebih layak masuk putaran kedua.

Pria yang disapa Hensat itu menilai jika konsistensi dan relevansi jawaban saat debat. Selain itu, potensi untuk mewujudkan visi misi Anies dan Ganjar juga jadi poin utama.

"Kalau menurut saya ini kan kontestasi. Kalau dari debat hari ini, saya mengharapkan yang lolos ke putaran kedua adalah 01 dan 03. Karena mereka berdebat dan bicara secara substansi dan mengerti mau diapakan negara ini ke depan. Kalau bicara Indonesia maju, aman, nanti kita bicara berdua itu tidak ada substantif," ujar Hendri Satrio dikutip dari YouTube Official iNews, Senin (8/1/2024).

Hendri Satrio berharap Anies dan Ganjar masuk putaran kedua Pemilu 2024. (Foto: MPI/Aldhi Chandra)

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga menekankan bahwa kemungkinan undecided dan swing voters akan lebih memilih pindah ke paslon 1 dan 3 karena rasionalitas.

"Menurut saya, mereka terutama yang rasional akan melihat capres yang akan mampu mengimplementasikan ide-idenya. Bukan hanya ide-ide tapi kurang dari substansi," imbuh Hensat.

Hensat lebih lanjut menegaskan jika Prabowo juga tidak mampu memberikan perbandingan yang relevan terkait pengadaan alutsista di era pemerintahannya dengan presiden Soekarno. Di mana saat debat, Prabowo mengambil contoh Soekarno membeli pesawat bekas untuk pertahanan RI.

"Kedua, masyarakat juga akan melihat jawaban dari hubungan antara pertanyaan dan jawaban. Pada saat Pak Prabowo misalnya saat membandingkan dengan masa Soekarno membeli pesawat bekas. Itu nggak apple to apple, zaman dulu," kata Hensat.

(Lisvi Padlilah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement