Kelompok tersebut menyerukan agar kartu makanan senilai 150 euro diberikan kepada warga setiap bulan untuk digunakan pada makanan.
Louvre mengatakan bahwa anggota Riposte Alimentaire, yang digambarkan sebagai gerakan lingkungan, menyemprotkan sup labu ke lukisan itu sekitar pukul 10.00 waktu setempat (09.00 GMT), dan tidak ada kerusakan.
Adapun Salle des Etats, tempat karya tersebut dipajang, dievakuasi, dan dibuka kembali untuk pengunjung pada pukul 11:30 setelah pembersihan dilakukan.
“Museum akan mengajukan keluhan,” tambahnya.
Rachida Dati, Menteri Kebudayaan Perancis, mengatakan tidak ada alasan yang bisa membenarkan lukisan Mona Lisa dijadikan sasaran.
“Seperti warisan kita [lukisan] itu milik generasi mendatang,” katanya di X.
Ibu kota Prancis ini dilanda protes dari para petani dalam beberapa hari terakhir, yang menyerukan diakhirinya kenaikan harga bahan bakar dan penyederhanaan peraturan. Pada Jumat (26/1/2024), mereka memblokir jalan-jalan utama masuk dan keluar Paris.
Mona Lisa berada di balik kaca pengaman sejak awal 1950-an, ketika dirusak oleh pengunjung yang menuangkan air asam ke atasnya.
Pada 2019, pihak museum mengatakan telah memasang kaca antipeluru yang lebih transparan untuk melindunginya.
Pada 2022, seorang aktivis melemparkan kue ke lukisan itu, mendesak orang-orang untuk “berpikir tentang Bumi”.
Lukisan diketahui dicuri dari Louvre pada tahun 1911 sehingga menimbulkan sensasi internasional. Vincenzo Peruggia, pegawai museum yang paling banyak dikunjungi di dunia, bersembunyi di lemari semalaman untuk mengambil lukisan itu.
Benda itu ditemukan kembali dua tahun kemudian ketika dia mencoba menjualnya ke pedagang barang antik di Florence, Italia.
(Susi Susanti)