Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jaringan Santri Indonesia Terus Mengawal Perjuangan Palestina

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 05 Februari 2024 |17:26 WIB
Jaringan Santri Indonesia Terus Mengawal Perjuangan Palestina
Bangunan di Palestina hancur (Foto: AFP via Getty Image/BBC)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Dewan Penasehat DPP Jaringan Santri Indonesia (JSI), Marzuki Alie mengatakan, terus mendukung perjuangan bangsa Palestina terhadap penjajahan yang dilakukan Israel. Bahkan, dirinya meyakini, semua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024 berkomitmen dalam menghapus segala bentuk penjajahan di dunia.

“Konstitusi kita jelas, bahwa penjajahan itu harus dihapuskan. Bahwa kemerdekaan itu hak semua bangsa. Komitmen itu harus ditaati oleh seluruh pemimpin Indonesia. Semua presiden Indonesia taat konstitusi dan perjuangan Palestina selalu mendapatkan dukungan dari pemerintah RI,” ujar Marzuki Alie dalam keterangannya, dikutip Senin (5/2/2024).

Marzuki mengungkapkan hal tersebut dalam acara dialog tim pendukung atau relawan Capres-Cawapres di kawasan Tendean, Jakarta, Jumat 2 Februari 2024. Dialog tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Kebangkitan Produk Nasional (Gerbang Pronas) dan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI).

“Apabila pemerintah tidak melaksanakan itu, artinya pemerintah melanggar konstitusi. Pak Jokowi yang sekarang jadi presiden jelas dukungannya pada Palestina dan jelas menyatakan sikap melarang shipping line Israel berlabuh di pelabuhan Indonesia,” imbuhnya.

Upaya yang sudah dilakukan, menurut Marzuki seperti boikot merupakan langkah yang bagus untuk menekan Israel. Namun, menurutnya, perlu dilakukan lebih masif lagi. Apalagi, hal tersebut juga sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 83 Tahun 2023 tentang imbauan umat Islam untuk menghindari penggunaan produk terafiliasi Israel. Selain itu, juga merekomendasikan pemerintah untuk mengambil langkah tegas.

"MUI harus diajak mensosialisasikan fatwa itu dalam bentuk yang sederhana melalui media sosial. Luar biasa, banyak yang bisa disebarluaskan,” tuturnya.

Upaya ini juga menjadi momentum untuk lebih mencintai terhadap produk-produk dalam negeri. Lagipula, diakui Marzuki, banyak produk Indonesia yang sudah mendunia, hanya saja memang dari segi kemasan dan pengelolaan masih perlu ditingkatkan.

Senada diungkapkan Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan, menurutnya komitmen tersebut akan berdampak pada kemajuan produk-produk nasional “Seluruh umat muslim Indonesia, termasuk para Capres-Cawapres harus ikut berjuang membela dan mendukung Palestina merdeka,” ujar Ahmad Himawan.

Dirinya meyakini, sebagai masyarakat muslim bahwa cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman. Sehingga dengan gerakan yang dilakukan menjadi sumbangsih umat Muslim. YKMI juga berperan aktif dengan melakukan edukasi, advokasi dan sosialisasi ke konsumen Muslim.

Ahmad mengaku, YKMI juga terus melakukan pemantauan terkait isu “Palestina Washing”. Pihaknya tak ingin masyarakat Indonesia dibodohi.

“YKMI akan melihat lagi sejauh mana mereka menghindar, apakah mereka ganti kulit, ganti merek, tetap kita pantau. YKMI akan bentuk tim, kerja sama dengan Gerbang Pronas dan lembaga-lembaga lain,” tuturnya.

Adapun Ketua Gerakan Kebangkitan Produk Nasional (Gerbang Pronas), Fuad Adnan mengungkapkan, bahwa gerakan yang dilakukan mewakili kepentingan umat Muslim Indonesia untuk menekan Israel dan membela kepentingan Palestina.

“Kita minta komitmen Capres sebagai pemicu agar dukungan boikot ini terus bergema. Nanti kita amplifikasi agar bisa didengar oleh masyarakat," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement