BUKTI masuknya Islam tertua di wilayah Malang Raya ditemukan di Desa Pandansari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Bukti itu berupa temuan adanya nisan yang identik dengan nisan muslim, layaknya di pemakaman Troloyo, ibu kota Majapahit.
Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM), Najib Jauhari mengatakan, bahwa secara bukti arkeologis awal masuk Islam ditemukan di Pandansari, Pujon, Malang. Nisan itu merupakan bagian dari tokoh penyebar agama Islam yang diduga kuat berasal dari abad 15 Masehi.
"Malang Raya Karena bukti arkeologis tertuanya itu di Pandansari Pujon. Sekarang di sana ada bukti nisan. Kalau dimasehikan itu di abad 15," ucap Najib Jauhari.
Namun temuan batu nisan itu disebut Najib hanya satu buah dengan tulisan huruf Arab gundul, seperti batu nisan Fatimah Binti Maimun, yang makamnya terdapat di Leran, Jawa Timur.
"Ada angka tahunnya Hijriyah, kalau kalender kita pra Islam kan saka. Itu nisan tertulis pakai bahasa arab gundul, kalau periode Islam berarti Arab," tuturnya.
Dari literasi dan bukti-bukti artefak disebut Najib, nisan itu diketahui merupakan saudagar. Tapi detailnya siapa sosok itu, masih belum jelas dan memerlukan penelitian kembali.
"Kalau ini kan lebih detil, dia seorang saudagar. Kalau yang di Pujon itu cuma nama dan tahun saja. Sehingga nggak jelas, apakah itu makam, atau apa, tapi itu jadi bukti tertua artefak peninggalan islam di Malang, namanya lupa," paparnya.