Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir dan Longsor, Helikopter Pembawa Bantuan Mendarat di Latimojong

Abdullah Nicolha , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2024 |15:48 WIB
Banjir dan Longsor, Helikopter Pembawa Bantuan Mendarat di Latimojong
Bantuan untuk korban banjir dan longsor Luwu tiba (Foto : MPI)
A
A
A

LUWU - Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, hingga saat ini masih berada di lokasi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu.

Dia terus berupaya memastikan bantuan pangan tiba di daerah terisolir, seperti Kecamatan Latimojong yang terdampak parah oleh banjir dan tanah longsor.

Setelah gagal mengirimkan bantuan menggunakan helikopter akibat cuaca buruk, hari ini, Minggu (5/5/2024), helikopter milik Polda Sulsel berhasil membawa bantuan ke Kecamatan Latimojong.

"Kita coba lagi hari ini mengirim bantuan menggunakan helikopter, dan Alhamdulillah sudah bisa tembus ke wilayah terdampak yakni Kecamatan Latimojong setelah sebelumnya gagal," kata Bahtiar.

Meskipun pilot awalnya ragu akibat cuaca yang mendung, namun salah seorang warga Desa Ulu Salu mengirimkan Direct Massage ke Instagram Humas Pemprov Sulsel, jika cuaca di Desa Ulu Salu cerah.

Pesan tersebut dikirimkan warga Desa Ulu Salu bernama Nila, yang meminta bantuan agar bisa ikut ke Belopa menggunakan helikopter.

"Terima kasih Bapak Gubernur atas bantuannya untuk warga Desa Ulu Salu, karena sudah dua hari ini kami menunggu. Kemarin, saya sempat melihat heli di atas Desa Ulu Salu tapi ternyata tidak bisa mendarat karena kabut, dan hari ini Alhamdulilah bisa mendarat dan menyalurkan bantuan," kata Nila.

Selain menyalurkan bantuan, delapan warga Kecamatan Latimojong turut dievakuasi ke Belopa, ibu kota Kabupaten Luwu, termasuk Nila dan ibunya.

Warga Desa Boneposi, Ramlah Baddu, mengaku ikut menumpang di helikopter menuju Belopa karena sebelum terkena musibah banjir dan tanah longsor, rumahnya mengalami kebakaran. Seluruh dokumennya hangus terbakar, begitupun harta bendanya.

"Habis kebakaran, kena longsor lagi. Sisa baju di badan ini, semua habis," kata Ramlah Baddu, yang berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 41 Boneposi.

Sementara, Hasrianti yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Pajang, Desa Pajang, juga ikut ke Belopa menggunakan helikopter.

Dia mengaku memang warga Belopa, namun bertugas di Pajang. "Saya memang tugas di Puskesmas Pajang. Karena ada bencana, mau kembali ke Belopa aksesnya juga susah. Makanya meminta supaya bisa ikut di helikopter," tuturnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel dibantu Polda Sulsel dan jajaran TNI, terus berupaya melakukan percepatan penyaluran bantuan dan perbaikan jembatan.

Di wilayah itu, dibutuhkan bantuan berupa beras dan ikan kaleng untuk 3.000 warga di 12 desa Kecamatan Latimojong.

Tim yang membawa bantuan beras dan lainnya berupaya menembus menggunakan sepeda motor, dan bantuan disalurkan melalui penyeberangan logistik yang dibentangkan di atas sungai, serta menggunakan helikoper milik Polda Sulsel.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement