Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB : Banjir di Kampar Riau Berangsur Surut

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Selasa, 21 Mei 2024 |12:36 WIB
 BNPB : Banjir di Kampar Riau Berangsur Surut
Illustrasi (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, masih berlangsung hingga Senin (20/5) adapun peristiwa ini telah terjadi sejak Selasa lalu (14/5). Tinggi muka air yang menggenangi pemukiman mengalami penurunan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB memantau permukaan genangan mengalami penurunan 20–50 cm di beberapa titik.

Kondisi ini dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar hari ini, pukul 18.30 waktu setempat atau WIB. Lokasi yang terdampak banjir berada pada tiga desa di Kecamatan Siauk Hulu. Desa terdampak yaitu Desa Buluh Cina, Tanjung Balam dan Teratk Buluh.

"Banjir di tiga desa tidak sampai menimbulkan pengungsian. BPBD setempat mencatat 500 KK atau 1.500 jiwa terdampak banjir tersebut. Tidak ada laporan adanya korban jiwa atau warga yang mengalami luka-luka akibat kejadian ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya dikutip, Selasa (21/5/2024).

"Selain itu, banjir merendam 500 rumah warga serta fasilitas umum lainnya, yaitu fasilitas pendidikan 2 unit dan tempat ibadah 3," tambahnya.

Aam sapaan karibnya menjelaskan bencana ini terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah kecamatan. Derasnya air hujan menyebabkan debit air Sungai Kampar meluap pada Selasa (14/5), pukul 19.00 WIB.

Secara umum, wilayah Provinsi Riau masih berpeluang hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang hingga dua hari mendatang. Sedangkan wilayah Siauk Hulu, kabupaten ini masih berpeluang hujan ringan hingga dua hari mendatang.

"Pemerintah daerah dan warga diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir susulan yang disebabkan potensi curah hujan. Kesiapsiagaan masyarakat dapat ditingkatkan, seperti melakukan evakuasi mandiri atau meminta pertolongan petugas berwenang apabila membutuhkan bantuan evakuasi. Selain itu, warga waspada terhadap potensi penyakit yang dapat dipicu oleh kondisi banjir di wilayah," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement