"Sementara untuk rumah rusak berat, akan dibuatkan rumah baru yang tentu nanti sesuai dengan anggaran yang ada dan penganggaran yang tersedia dengan jumlah harga yang sesuai dengan aturan yang ada," kata Berton.
Berton menjelaskan, realisasi bantuan perbaikan maupun pembangunan rumah belum dilakukan karena saat ini penanganan bencana masih berada dalam tahap darurat.
Pada tahap ini, pemerintah lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti makanan, tenda pengungsian, selimut, air bersih, hingga kebutuhan higienitas dan sanitasi.
"Saat ini kita masih dalam tahap penanganan darurat. Memang tahap darurat ini, seminggu pertama ini maupun minggu kedua, itu lebih mengutamakan kepada pemenuhan kebutuhan dasar," tuturnya.
Kendati demikian, pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan sudah dilakukan oleh tim di lapangan bersama pemerintah daerah. Data tersebut menjadi dasar awal untuk menentukan penerima bantuan sesuai kategori kerusakan.