Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Pekanbaru dan Pelalawan Diliburkan

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |11:59 WIB
Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Pekanbaru dan Pelalawan Diliburkan
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau (foto: dok ist)
A
A
A

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa pekan terakhir semakin parah di Riau, khususnya di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Kampar, dan Rokan Hilir (Rohil). Dampak karhutla memicu kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menyatakan, paparan kabut asap telah mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kedua pemerintah daerah tersebut pada Senin (24/8/2026) mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan siswa dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran.

Bupati Pelalawan, Zukri menyampaikan, sekolah yang diliburkan mencakup tingkat SD, SMP, hingga SMA, khususnya sekolah yang berada di wilayah berdekatan dengan titik karhutla.

"Sekolah yang diliburkan berada di wilayah Kecamatan Kerumutan dan Ukui," kata Zukri.

Dia menjelaskan, keputusan meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka diambil karena sejumlah siswa mulai mengalami gangguan pernapasan.

"Di tempat kita sudah ada sekitar 30 anak yang terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan atas). Di sana memang banyak lahan tidur, lahan kosong bekas konsesi, dan semak belukar," tuturnya.

 

Sementara itu, terkait kondisi udara di Pekanbaru, Pemkot Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/2796/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru.

Surat edaran tersebut ditetapkan pada Minggu (23/8/2026) dan ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.

"Mulai hari ini, kegiatan sekolah dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring dari rumah. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat, dengan nilai berkisar antara 170,2 µg/m³ sampai 235,7 µg/m³," kata Abdul Jamal.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement