JAKARTA – Pemerintah mempercepat penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Berbagai bantuan logistik hingga peralatan penanggulangan terus dikirimkan secara masif untuk membantu warga terdampak.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa perintah Presiden Prabowo Subianto sudah jelas untuk menangani bencana secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran. Ia menekankan bahwa bantuan yang dikirimkan pemerintah harus benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu, serta setiap unsur harus memastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan,” ujar Teddy, dikutip Selasa (25/8/2026).
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, sebanyak enam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) diberangkatkan pada Senin (24/8/2026) pagi. Tiga pesawat menuju Labuan Bajo dan Maumere, NTT, membawa 31 ton logistik siap makan berupa biskuit, wafer, protein bar, roti, kebutuhan pangan lainnya, serta mainan untuk anak-anak terdampak bencana.
Sementara tiga pesawat lainnya menuju Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin dengan membawa 500 unit mesin pompa air. Peralatan tersebut merupakan bagian dari total 2.000 unit pompa yang dikirim secara bertahap untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan. Setiap pompa dilengkapi selang atau pipa sepanjang satu kilometer untuk membantu pemadaman, khususnya di kawasan lahan gambut.
Pengamat dari Anagata Institute, Irsyad Mohammad, mengapresiasi langkah Teddy dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo terkait penanganan karhutla di Kalimantan.