JAKARTA — Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Bahrul Hayat, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital di lingkungan madrasah. Menurutnya, teknologi tidak hanya memengaruhi pola belajar dan interaksi anak, tetapi juga berpotensi memperkuat komunikasi antara madrasah, komite, guru, dan orangtua.
Ia menilai perkembangan teknologi perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam mendukung proses pendidikan. Setidaknya terdapat dua aspek utama yang perlu dicermati, yakni dampak teknologi terhadap cara anak belajar dan berinteraksi serta pemanfaatannya sebagai sarana publikasi dan komunikasi. Kedua aspek tersebut membutuhkan keterlibatan pihak madrasah dan komite.
"Komite dan madrasah harus sama-sama menyikapi pertimbangan dari teknologi ini dengan sangat serius. Ada teknologi yang memengaruhi bagaimana anak belajar di rumah dan di madrasah, serta berinteraksi dengan sesamanya," kata Bahrul usai kegiatan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, dikutip Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, komite dapat menjadi wadah bagi orangtua dan pihak madrasah untuk menyelaraskan langkah dalam menyikapi penggunaan teknologi oleh anak. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak dapat menentukan pemanfaatan teknologi yang sesuai sekaligus menyepakati hal-hal yang perlu dibatasi.
Selain mendukung pendidikan, platform digital juga dapat mempermudah komunikasi antara madrasah dan orang tua tanpa harus selalu bertemu langsung. Sarana ini memungkinkan pertukaran informasi mengenai kegiatan maupun program yang dijalankan madrasah dan komite.