Festival Saijo yang diselenggarakan oleh kuil-kuil setempat merupakan acara tahunan yang “megah dan mencolok”. Menurut situs web pemerintah kota, festival ini dimeriahkan dengan prosesi arak-arakan kendaraan yang diukir indah dengan bentuk bunga, burung, dan prajurit.
Tradisi ini berawal dari zaman Edo di Jepang (1603–1868) dan ditujukan sebagai bentuk rasa syukur kepada para dewa atas hasil panen yang melimpah.
Sebelumnya, dua orang dilaporkan meninggal pada Sabtu (10/10/2026) dalam dua festival terpisah di wilayah barat Osaka, ketika kendaraan arak-arakan terguling saat para peserta mencoba melakukan manuver belokan dengan kecepatan tinggi.
Dua orang lainnya juga dilaporkan meninggal pada Februari lalu menyusul insiden berdesak-desakan dalam acara yang dikenal sebagai “Festival Pria Telanjang” di Jepang.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.