Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cegah Malaria, Dinkes Magelang Bagikan Ribuan Kelambu

Muhammad Slamet , Jurnalis-Kamis, 08 November 2007 |17:04 WIB
Cegah Malaria, Dinkes Magelang Bagikan Ribuan Kelambu
A
A
A

MAGELANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang bakal membagikan ribuan kelambu kepada warga yang bermukim di kawasan endemis malaria. Langkah ini diharapkan, mampu meminimalisir serangan nyamuk pembawa bibit penyakit tersebut kepada manusia.

"Dengan adanya kelambu ini nyamuk tidak akan bisa menerobos, saat warga sedang tidur," terang Kepala Dinkes Kabupaten Magelang Hendarto, di kantornya, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2007)

Dia mengatakan, kelambu atau tirai dari kain kasa untuk mencegah nyamuk itu telah dianggarkan melalui dana APBD II. Hendarto menyebutkan, daerah endemis malaria di Magelang tersebar di wilayah perbukitan Menoreh. Kecamatan itu antara lain, Salaman, Kajoran, dan Kaliangkrik. "Memang ini kita fokuskan dulu pada daerah yang angka insidentalnya tinggi. Langkah ini juga sekaligus pemagaran, agar tidak menyebar ke kawasan lainnya," jelasnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan daerah lain yang berada di kawasan Menoreh, seperti Purworejo, Kulonprogo, dan Yogyakarta. Menurut Hendarto, setiap daerah akan saling tukar informasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit tersebut. "Sebab, jika yang melakukan penanganan kita sendiri, masih ada potensi serangan malaria ini. Karena, masih sama-sama di kawasan Menoreh," katanya.

Kasus malaria di Magelang cenderung turun dari tahun ke tahun. Jika ada kasus, didominasi oleh kasus impor, bukan dari daerah endemis. Pihaknya juga terus menggalakkan larvadisasi untuk memutus mata rantai perkembangan nyamuk anoples yang membawa bibit malaria. "Namun, tentunya harus didukung pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat. Sebab, prinsipnya mencegah lebih baik dari mengobati," tegasnya.

Terkait adanya kasus Demam Berdarah, ada kecenderung meningkat di semua wilayah hingga nasional. Dia menyebutkan, kasus DBD di Magelang tahun ini sekitar 1300-an.

Sementara, kemungkinan adanya ancama penyakit leptospirosis yang dibawa tikus, Hendarto mengatakan sangat kecil. Sebab, biasanya penyakit itu terjadi dikawasan rawan banjir. "Setelah banjir, daerah menjadi kumuh. Sehingga mendatangkan tikus-tikus tersebut," tandasnya.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Magelang Berdiyanto meminta, kelambu tersebut dapat dioptimalkan sebagai salah satu media mencegah terjadinya kasus malaria. Dia juga meminta, dinas terkait untuk memerakan daerah yang potensial terjadi kasus penyakit. "Sehingga, langsung bisa diambil tindakan, saat terjadi kasus," tandas Berdiyanto.

(Ismoko Widjaja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement