YOGYAKARTA - Masyarakat Yogyakarta diminta waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD), khususnya dua pekan ke depan atau ketika memasuki musim hujan. Pasalnya, pada waktu tersebut diperkirakan nyamuk akan berkembang biak.
"Biasanya, puncak munculnya setelah sebulan hujan, populasi nyamuknya naik, kemudian nanti sampai Januari Pebruari," kata Ketua Pokja Penanggulangan Demam Berdarah RSUP. Dr Sardjito Yogyakarta Prof. Sutaryo, Kamis (8/11/2007).
Menurut Sutaryo, pihaknya selalu mengingatkan kalau ada demam panas hari pertama, kedua, ketiga,
hari keempat harus ke dokter.
"Jika panas sampai 3 hari harus mulai curiga DBD, ada pusing, mual, nyeri perut, eneg, lemes, apalagi kalau tidak ada batuk atau pilek. Itu harus dicurigai DBB," terang Prof. Sutaryo.
Menurut Prof Sutaryo, obat turun panas yang paling baik parasetamol, dan pemberian minum yang banyak. Sedangkan potensi DB bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa.
Untuk wilayah DIY, menurut Prof Sutaryo, Kabupaten Bantul masih menduduki tempat tertinggi penderita DB, setelah itu daerah ring atau lingkaran di Yogyakarta yang padat penduduknya seperti Condong Catur, Candi Gebang, dan Mlati. Prof Taryo melanjutkan, Bantul penduduknya padat dan untuk angka bebas jentiknya perlu diperbaiki.
Pemberian abate ataupun pengasapan menurut Prof Taryo masih perlu, namun hal tersebut harus diikuti dengan PSN. Sementara diakui prof Taryo, memasuki musim hujan kali ini, RSUP DR Sardjito Yogyakarta, belum merawat pasien.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.