Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dishub Enggan Komentari Data Kecelakaan Akibat Busway

Dishub Enggan Komentari Data Kecelakaan Akibat Busway
A
A
A

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak mau mengomentari data kecelakaan akibat busway yang dikeluarkan TMC Polda Metro Jaya. Sepanjang 2007 telah terjadi 66 kecelakaan dengan 72 korban dan kerugian materi ditaksir Rp94.400.000.

"Saya no comment kalau untuk masalah itu. Kecelakaan itu kan bisa saja terjadi dimana-mana dan bukan hanya semata-mata akibat busway, dan nantinya kita juga akan perbaiki terus system yang ada di Busway," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman pada okezone di Jakarta, Jumat (14/12/2007).

Menurutnya banyaknya kecelakaan tersebut juga dipicu karena banyaknya para pengguna kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang tidak tertib dan tidak mematuhi peraturan yang sudah ada.

"Ya itu dia, banyak pengendara yang tidak tertib," pungkasnya.

Sebelumnya, TMC Polda Metro Jaya merilis mengenai kecelakaan yang disebabkan busway di situsnya.

Dalam catatan TMC, pada tahun 2004 terjadi 5 kecelakaan, tidak terdapat korban, tapi kerugian materi mencapai Rp5.500.000. Tahun 2005 terdapat 13 Kecelakaan, 8 korban dan kerugian materi Rp39.000.000. Tahun 2006 terdapat 31 kecelakaan dengan 28 korban dan kerugian materi Rp34.400.000. Sedangkan tahun 2007 terjadi 66 kecelakaan dengan 72 korban dan kerugian materi Rp94.400.000.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan dari tahun 2004-2005 terjadi kenaikan sebesar 160% kecelakaan, dari tahun 2005-2006 kenaikan sebesar 138 %, tahun 2006-2007 peningkatan sebesar 35 %. Jika dibandingkan dari tahun 2004 -November 2007 terjadi peningkatan sebesar 1.220 %  kecelakaan.

Menurut catatan TMC, tingginya angka Kecelakaan ini disebabkan antara lain di sepanjang jalur busway kurang terdapat peringatan bagi kendaraan bermotor untuk berhati-hati masuk di jalur busway dan keluar dari separator,kondisi jalan yang tidak sebanding dengan kapasitas kendaraan.

(Syukri Rahmatullah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement