Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

2 Keluarga Akui Mayat Mutilasi di Koja

Desy Afrianti , Jurnalis-Senin, 21 Januari 2008 |07:46 WIB
2 Keluarga Akui Mayat Mutilasi di Koja
A
A
A

JAKARTA - Dua keluarga dari Tasikmlaya dan Koja mengaku kehilangan anaknya dan mengklaim mayat perempuan yang dimutilasi di sebuah hotel di Koja.

"Saat ini semuanya masih harus diteliti lebih lanjut," jelas Kapolres Jakarta Utara, Kombes Polisi Musyafak kepada okezone di Jakarta, Senin (21/1/2008).

Musyafak mengatakan, dengan belum diketahuinya identitas korban, maka modus operandi pelakunya belum dapat diketahui.

"Bila identitas sudah diketahui, maka akan memudahkan pihak kepolisian menyelidiki asal-usul riwayat korban, seperti dengan siapa ia berpecaran," jelasnya. Saat ini, kata Musyafak, tim forensik masih meneliti dan mencocokkan antara potongan kepala yang gundul dengan badan.

Sebelumnya, salah seorang mengklaim jenazah adalah Nunung Rokayah (36), warga Ciumbeng, Tasikmalaya. Dia datang ke RSCM karena khawatir jenazah tersebut adalah Nur (17) yang sejak Selasa (15/1) tidak pulang.

Nunung mengaku ciri khusus yang dimiliki Nur adalah bekas luka bakar akibat terkena knalpot pada betis kanan. Ciri lainnya adalah adanya tahi lalat di punggung. 


Sebagaimana diberitakan, ditemukan sesosok mayat perempuan tanpa kepala di kamar 17 AB lantai III Hotel Bulan Mas, Jalan Teratai Koja, Jakarta Utara pada Kamis (17/1) malam. Wanita tersebut dibunuh dalam kondisi hamil 4 bulan.

Kemudian, Minggu (20/1) siang seorang petugas kebersihan di pembuangan sampah Kali Kresek, Koja, Jakarta Utara, menemukan potongan kepala, yang diduga merupakan bagian dari badan yang ditemukan di hotel Bulan Mas.

(Syukri Rahmatullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement