getting time...

NEWS » News

Rambut Dipotong Guru Tak Beraturan, Siswa Mogok

Jum'at, 1 Februari 2008 19:42 wib

SOLO  - Orang tua siswa SMPN 20 Solo melayangkan protes kepada sekolah. Pasalnya, rambut anaknya dipotong oleh guru dengan  tidak beraturan. Rambut anaknya tersebut "dipethak-pethak" karena dinilai terlalu panjang. Akibatnya, siswa mogok ke sekolah.

"Gara-gara kejadian itu, anak saya sempat mogok sekolah. Anak saya trauma," ujar Wanto, 34, warga Jagalan, Jebres, Solo, Jumat (1/2/2008).

Dia menuturkan, kejadian aksi potong rambut siswa tersebut dilakukan pada Sabtu (26/1) lalu. Waktu itu, selain anaknya yang baru kelas dua, masih ada lima siswa lainnya yang juga diperlakukan serupa.

Rambut keenam siswa tersebut digunting Guru Bahasa Indonesia Kawit dengan tidak beraturan. Guru tersebut menilai rambut keenam siswa tersebut sudah terlalu panjang sehingga harus dipotong.

Menurut Wanto, pada dasarnya dipotong oleh guru tidak masalah asalkan tidak seenaknya. Hal itu mengakibatkan siswa jadi takut pergi ke sekolah. Wanto menilai tindakan guru tersebut sudah keterlaluan. Aksi itu juga dinilai BP SMPN 20 sebagai tindakan yang cukup keterlaluan dilakukan oleh seorang guru.

"Tolong nama anak saya dan lima temannya jangan disebut," pintanya pada wartawan.

Dia menambahkan, kejadian itu sudah dua kali menimpa anaknya. Wanto takut jika kejadian itu selalu terulang akan menimbulkan dampak psikologis pada anaknya dan siswa lain yang mengalamai hal serupa.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi via telepon ke SMPN 20, Kepala Sekolah Sambodo sudah pulang. Salah seorang karyawan TU bernama Wiyono membenarkan kejadian itu. Menurut dia, aksi potong rambut pada siswa itu dilakukan untuk mendidik siswa yang tidak tertib. "Sekolah sudah bubar. Pak Kepsek juga sudah pulang," ujarnya.

Disinggung tentang guru yang bernama Kawit, dia mengatakan Kawit mengampu Bahasa Indonesia untuk kelas 1-3. Hanya saja, saat ditelepon ke sekolah, guru yang bersangkutan juga sudah pulang.


(Sumarno/Sindo/sjn)