JAKARTA - Niat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk merehab delapan gedung SD-SMP di Jakarta memang harus didukung. Sebab kondisi sekolah yang dijadikan target pembongkaran sangat memprihatinkan dan bahkan cenderung membahayakan siswa-siswi.
Pantauan okezone di Sekolah Dasar 22 Pagi Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2008), kondisi ruangan kelas sangat memprihatinkan. Bayangkan, gudang, kelas, dan suasana belajar mengajar dijadikan satu. Tidak ada kesan nyaman bagi para siswa.
Meski demikian, pancaran semangat belajar para siswa masih ada. Murid-murid pun tidak mempedulikan ruangan kelasnya, begitu tidak layak. Mereka dengan serius memperhatikan setiap perkataan ibu guru yang berada di depan.
"Anak SD 21 mengatakan tidak keberatan jika selama gedungnya direhab mengungsi ke SD 22," kata Kepala Sekolah SD 22 Pagi Kramatjati, Jakarta Timur, Suharno saat ditemui okezone.
Suharno juga mengatakan kemungkinan rehab sekolah akan berlangsung selama tujuh bulan atau hingga akhir Oktober. Ya selama itulah, siswa SD 21 dan 22 Kramatjati harus belajar dalam kondisi yang memprihatinkan di sebuah ibukota negara. Miris memang ....
(ahm)